13 Warga Indonesia Terjaring Kembali Perompak Somalia

13 Warga Indonesia Terjaring Kembali Perompak SomaliaBerita Terbaru, Baru saja selesai atas penyanderaan yang dilakukan oleh perompak Somalia terhadap 20 awak kapal MV Sinar Kudus, kini mereka sudah berulah lagi. Rupanya, sehari sebelum pembebasan kapal beserta 20 awaknya yang melalui jalur uang tebusan itu, mereka telah membajak kapal MT Gemini asal Singapura. Diantara 25 awak kapal tanker itu, terdapat 13 orang berkewarganegaraan Indonesia. Mengenai masalah ini, tentu saja bukan dari pihak Indonesia saja yang harus menanganinya, akan tetapi dari pihak Singapura juga.

Menurut Michael Tenne selaku juru bicara Kementerian Luar Negeri, mengatakan Kedutaan Besar Ri di Singapura akan bekerja sama dengan pemerintah Singapura untuk menyelamatkan 13 warga Indonesia yang disandera. “Untuk perlindungan WNI, tidak bisa sendiri, harus melibatkan otoritas Singapura,” ujar Tenne saat dihubungi. Tenne tidak menjelaskan identitas warga Indonesia yang disandera. Menurut dia, informasi yang dimiliki pemerintah itu masih sangat terbatas. “Belum ada informasi lebih jauh,” katanya.

Menurut manajemen perusahaan kapal Glory Singapura, MT Gemini dibajak pada 30 April, pukul 12.33 waktu Singapura. Kapal dibajak saat meninggalkan perairan Kenya dan tengah menuju Somalia. Sebelumnya, kapal itu membawa 28 ribu ton minyak sawit mentah dari Indonesia menuju Kenya. Selain 13 warga Indonesia, perompak Somalia menyandera 12 kru kapal lainnya. Mereka adalah 5 warga Cina, 4 warga Korea Selatan, dan 3 warga Myanmar.

Di Jakarta, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono kemarin menjelaskan urut-urutan langkah pembebasan kapal MV Sinar Kudus dan 20 awaknya yang dibajak sejak 16 Maret lalu itu. Pada akhir proses pembebasan, menurut Agus, TNI menewaskan empat orang lanun. Mereka merupakan kelompok terakhir dari 82 perompak yang meninggalkan kapal Sinar Kudus secara bertahap. Tapi, “Kami tidak bisa mendapatkan tubuhnya. Kemungkinan jatuh ke laut,” kata Agus dalam jumpa pers di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.

Menurut Agus, TNI telah mengerahkan 897 tentara gabungan, tiga kapal perang, dan satu helikopter untuk membebaskan sandera. Awalnya, TNI berencana melumpuhkan perompak dengan kekuatan militer. Tapi operasi militer batal karena Sinar Kudus sudah lego jangkar dan menjauh dari kapal TNI. Perompak pun terus memindah-mindahkan para sandera ke beberapa kapal.

Pasukan TNI kembali berencana menyerang perompak begitu mereka berhasil membebaskan sandera. Tapi rencana itu pun batal. Soalnya, posisi Sinar Kudus berada di tengah delapan kapal lain yang disandera. “Akses kami sulit,” ujar Agus. Pasukan TNI pun tak bisa merampas kembali uang tebusan lebih dari US$ 4,5 juta yang diserahkan pihak ketiga kepada perompak pada 30 April lalu. “Uangnya sudah dibagi-bagi,” kata Agus.

Kepala Pusat Penerangan TNI Iskandar Sitompul mengatakan uang tebusan itu dibagi empat. Sebanyak 30 persen untuk perompak, 50 persen untuk investor, 10 persen untuk masyarakat, dan 10 persen untuk petugas keamanan. Namun Iskandar tidak mengetahui secara detail siapa yang dimaksud sebagai investor dan petugas keamanan itu.

Comments are closed.