30 Anak Kesurupan Massal di Kampung Inggris

Author - June 18, 2011

30 Anak Kesurupan Massal di Kampung InggrisBerita Terbaru, Suasana pembelajaran kursus bahasa Inggris yang semula tampak tenang berubah menjadi tegang setelah salah satu muridnya tiba-tiba jatuh yang diikuti dengan jeritan yang sangat keras. Selang beberapa menit kemudian, nasib serupa pun dialami oleh seluruh murid yang mengikuti pembelajaran di ruang itu. Sekitar 30 anak telah menjerit histeris tanpa sebab. Diduga, mereka telah kesurupan. Kejadian tersebut terjadi di Kampung Inggris, Desa Mangunrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Menurut Kepala Urusan Pemerintahan Desa Mangunrejo, Supriantori, mengatakan bahwa kejadian yang menimoa para peserta kursus yang mengikuti program liburan di tempat kursus milik Nursalim itu terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. “Awalnya hanya satu anak yang jatuh, lalu menjerit-jerit dengan keras, kemudian merembet ke teman-teman lainnya sekitar 30 anak,” ujarnya. Nama kampung Inggris di Kediri diambil karena kebanyakan warganya menggunakan bahasa Inggris sehari-harinya. Selain itu, di kampung tersebut juga banyak disediakan tempat kursus bahasa Inggris.

Setiap masa liburan sekolah, kampung Inggris sering dijadikan sebagai tempat kursus singkat bagi para pelajar setingkat SD, SMP dan SMA. Adanya kejadian tersebut menimbulkan keresahan para siswa yang rata-rata anak setingkat SMP itu. “Banyak anak-anak yang menangis ketakutan melihat kejadian itu. Karena khawatir semakin banyak yang kesurupan, akhirnya dibawa ke rumah Pak Carik (Sekretaris Desa Mangunrejo,” katanya. Pihaknya juga langsung meminta bantuan seorang kiai setempat untuk membantu memulihkan kondisi para siswa yang kesurupan itu.

Upaya itu membuahkan hasil, para peserta kursus itu kembali sadar. Bahkan, dua orang peserta yang paling parah, Olik dan Erli, akhirnya kembali sadar setelah sebelumnya sempat menjerit-jerit histeris, sehingga tidak sampai ada yang dibawa ke puskesmas atau rumah sakit terdekat. Ia menduga, para peserta kursus itu terlalu kelelahan, hingga pikiran mereka kosong saat menerima pelajaran. Kondisi itu membuat mereka tidak konsentrasi hingga kejadian itu menimpa mereka. “Mungkin karena lelah saja. Kalau liburan seperti ini mereka sengaja ikut kursus singkat dan terlalu banyak pelajaran yang diterima,” ucapnya.

Ia juga sudah meminta agar anak-anak istirahat lebih dulu untuk memulihkan kondisi. Ia juga berharap, jika besok kondisi mereka belum pulih, diminta untuk tidak masuk kursus dulu, karena dikhawatirkan kejadian serupa terjadi lagi. Sementara itu, Sekretaris Desa Mangunrejo, Supriadi mengatakan kondisi anak-anak saat ini sudah lebih baik. Mereka sudah istirahat di rumah milik Nursalim, tempat kursus yang juga digunakan untuk tempat tinggal anak-anak. “Mereka sudah istirahat. Sudah lebih baik saat ini,” ucapnya.

Comments are closed.