800 Pasien Dievakuasi Jauhi Radiasi

800 Pasien Dievakuasi Jauhi Radiasi Berita Terbaru, Tim kesehatan Jepang, hingga Sabtu, 19 Maret 2011, telah mengevakuasi 800 pasien dari beberapa rumah sakit pada radius 30 kilometer dari Pembangkit Listrik Tenaga Listrik (PLTN) Fukuyama yang rusak parah lantaran gempa bermagnitud 9,0 disusul tsunami pada Jumat (11/3/2011).
Pemerintah Jepang terus bekerja keras untuk menyelamatkan warganya dari bahaya radiasi nuklir tersebut.

Menurut warta AFP mengutip pernyataan Menteri Kesehatan Yasunori Wada, mobil-mobil ambulans, bus kepolisian, dan militer dikerahkan untuk proses itu. Para pasien dipindahkan ke rumah-rumah sakit di luar zona tersebut. ”Tindakan tersebut harus dilakukan secara hati-hati terutama saat mereka memindahkan banyak pasien di saat yang sama termasuk mereka yang terkena penyakit menular,” kata Wada sembari mengatakan pemindahan bisa berlangsung hingga dua hari.

Krisis di PLTN itu — tempat para pekerja masih berjuang untuk menyemprot batang bahan bakar nuklir demi mencegah pelelehan dengan akibat yang menghancurkan— telah memicu kewaspadaan global dan kegelisahan warga sekitarnya hingga masyarakat di Tokyo.

Jepang telah memerintahkan evakuasi penuh dalam radius 20 kilometer dari fasilitas nuklir tersebut. Pemerintah Jepang mengatakan penduduk yang berada dalam jarak 30 kilometer agar tetap berada di dalam rumah. ”Dalam situasi seperti ini, rumah sakit mengalami kesulitan untuk tetap melakukan kegiatan mereka terutama untuk menyediakan barang-barang yang dibutuhkan dan personel mereka,” kata Wada.

”Di tengah kekhawatiran para pasien dan desakan untuk mengevakuasi, beberapa RS secara sukarela melakukan hal tersebut, namun tidak semuanya dapat melakukan evakuasi secara mandiri sehingga pemerintah mencoba untuk membantu mereka,” imbuh Wada.

Televisi NHK mengatakan dalam zona 20-30 km, terdapat enam tempat perawatan bagi warga lanjut usia yang berisi lebih dari 250 lansia. Meskipun demikian, Wada mengatakan belum ada rencana yang diputuskan untuk mengevakuasi mereka.

Comments are closed.