Al Qaeda Diyakini Gunakan Modus Penculikan Untuk Cari Dana

Author - June 20, 2011

Al Qaeda Diyakini Gunakan Modus Penculikan Untuk Cari Dana – Kelompok Al Qaeda saat ini disebut-sebut punya cara baru untuk mengumpulkan dana. Hal ini diyakini Al Qaeda mengalami kesulitan dalam keuangan setelah kematian pemimpin jaringan teroris tersebut, Osama Bin Laden.

“Jelas mereka tengah mengalami kesulitan keuangan,” kata anggota parlemen Amerika, C. A. Dutch Ruppersberger dikutip foxnews.

Ia menyebutkan, jaringan Al Qaeda kini mulai merubah pola pencarian dana untuk membiayai operasi mereka. Al Qaeda, kini mengandalkan penculikan dengan meminta tebusan sebagai modus baru mencari dana. “Kami melihat donatur mereka kurang bisa diandalkan dan mereka berubah pada penculikan sebagai cara untuk menjaga agar uang tetap masuk,” jelasnya.

Penculikan dengan meminta tebusan dinilai sebagai alternatif yang bagus untuk mendapatkan dana operasi Al Qaeda, misalnya di Magreb, cabang mereka di Afrika Utara. Mereka menggunakan penculikan untuk mencari dana. Hasilnya, mereka menjadi pemasok besar dana ke Al Qaeda. Diplomat Kanada, turis Italia, pedagang Aljazair telah diculik. Hasilnya, mereka mampu meraup US$2 juta per sandera.

Menurut pelatih kontrateroris militer Prancis, Matthieu Guider, Al Qaeda mampu meraup sekitar US$80 juta dari cabang Magreb ini sejak 2008. Cabang Al Qaeda di Yaman, Irak, Pakistan, dan Afghanistan juga menerapkan cara yang sama, penculikan.

Saat ini para ahli dari Pusat Kontraterorisme Nasional CIA, Departemen Keuangan, FBI, dan militer Amerika mencoba untuk mempelajari sumber dana Al Qaeda dan dampak kematian Osama terhadap masa depan keuangan kelompok ini. Mereka berharap bisa mengidentifikasi donatur penting Al Qaeda, terutama tokoh-tokoh kaya di Teluk Persia yang pernah bertemu Osama saat berjuang di Afghanistan melawan Soviet di akhir 1980-an.

Comments are closed.