AS Akan Tetap Gunakan Pesawat Pengintai di Pakistan

Author - June 7, 2012

AS Akan Tetap Gunakan Pesawat Pengintai di Pakistan, Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Leon Panetta, mengatakan Washington akan tetap menggunakan pesawat pengintai di Pakistan, dua hari setelah rudal dilaporkan menewaskan anggota Al Qaeda, Abu Yahya Al Libi.

Panetta mengatakan dalam kunjungannya ke Delhi, India, bahwa Amerika Serikat, ia akan tetap mempertahankan dirinya.

Hari Selasa (05/06), Pakistan memanggil wakil duta besar Amerika untuk mengulangi seruan bahwa mereka sangat khawatir tentang serangan pesawat pengintai tak berawak. Namun dalam dua minggu terakhir terjadi delapan kali serangan pesawat tak berawak Amerika walaupun Islamabad menuntut dihentikan.

Pakistan mengatakan serangan pesawat itu memicu sentimen anti Amerika dengan korban sipil dan militan. Tetapi Amerika menekankan serangan itu efektif.

Para pejabat Amerika mengatakan Abu Yahya Al Libi meninggal dalam serangan dua peluru kendali ke tempat yang dicurigai sebagai markas militan Senin di Hesokhel, satu desa di utara kawasan kesukuan Waziristan. Paling tidak 14 orang lainnya meninggal selain Libi.

Panetta mengatakan Amerika akan tetap menggunakan pesawat pengintai dan mengesampingkan keluhan Pakistan tentang pelanggaran kedaulatan. Mereka telah menekankan bahwa mereka akan tetap mempertahankan diri. Ini juga menyangkut kedaulatan mereka.

Panetta mengatakan para pemimpin Al Qaeda yang mengorganisir serangan 11 September 2001 ditemukan di kawasan kesukuan Pakistan yang berbatasan dengan Afganistan. Panetta juga mengatakan serangan pesawat pengintai itu membantu melindungi warga Pakistan, yang menjadi sasaran Al Qaeda dan sekutunya.

Menteri pertahanan Amerika ini juga mengatakan Washington dan India perlu tetap berhubungan dengan Pakistan, dengan mengatasi perbedaan -yang terkadang cukup besar- untuk menjadikan Asia Selatan aman dan sejahtera.

Mereka yakin, bahwa tidak ada lagi yang akan menggantikan mereka.

AS Akan Tetap Gunakan Pesawat Pengintai di Pakistan

Comments are closed.