Ba’asyir: Yudhoyono Bisa Disebut Kafir

Ba’asyir: Yudhoyono Bisa Disebut KafirBerita Terbaru, Karena tidak menjalankan aturan syariat Islam dengan benar, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bisa disebut kafir. “Konsekuensinya kalau tidak menjalankan syariat Islam dengan benar, ya Yudhoyono kafir”. Itulah sebagian pernyataan yang disampaikan Amir Jamaah Anshorut Tauhid Abu Bakar Ba’asyir, dalam persidangan kasus terorisme di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Senin 25 April 2011. Sebelumnya, di awal sidang ia menyebutkan semua pemimpin Indonesia thogut.

Terdakwa kasus terorisme ini mengatakan, selama kepemimpinan SBY, Islam selalu tersudutkan dengan berbagai macam fitnah. Sehingga cara yang harus ditempuh seorang pemimpin adalah menjalankan hukum Islam secara benar. “Siapa pun pemimpin yang tidak mau menerima hukum Islam, maka itu hukumnya kafir,” ujar Baasyir kembali mengulang.

Bukan hanya itu, Baasyir pun tak segan menyebut semua pemimpin Indonesia thogut karena tidak melaksanakan hukum Islam secara benar. “Mulai thogut Soekarno sampai thogut Yudhoyono, semuanya tidak menerima hukum Islam dengan benar,” ujarnya dengan berapi-api.

Dalam konsep daulah Islamiyah yang dimaksud Ba’asyir, semua warga negara yang tidak melaksanakan hukum Islam secara benar disebut kafir. “Itu konsekuensinya,” ujarnya.
Amir Jamaah Anshorut Tauhid ini kembali menjalani sidang lanjutan hari ini. Dia dituding mendalangi sejumlah kasus terorisme di Indonesia, termasuk ikut mendanai kamp pelatihan militer di Aceh. Ia dijerat Undang-undang No. 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Comments are closed.