Bahaya Kegemukan

Author - July 14, 2010

Bahaya Kegemukan. Berita terbaru, Memiliki berat badan berlebih atau obesitas tidak baik untuk kesehatan. Obesitas dapat meningkatkan risiko terjadinya sejumlah penyakit seperti diabetes melitus, tekanan darah tinggi, stroke, serangan jantung, dan gagal jantung.
Bahaya Kegemukan
Makanan memang merupakan kebutuhan dasar manusia untuk memenuhi kecukupan gizi. Namun, perlu kontrol agar tak memicu obesitas. Tanpa kontrol menu dan porsi, makanan justru berpotensi menjadi biang timbulnya penyakit.

“Status gizi yang baik adalah tidak kelebihan berat badan. Tidak kelebihan berat badan juga bisa mencegah hipertensi,” kata Triyani Kresnawan, DCN, Mkes, dari Instalasi Gizi RSCM, dalam seminar mengenai hipertensi beberapa waktu lalu.

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007 menunjukkan, prevalensi obesitas umum pada penduduk usia 15 tahun ke atas sebanyak 19,1 persen. Ada 14 propinsi memiliki obesitas umum di atas prevalensi nasional. Sedangkan lima provinsi dengan prevalensi tertinggi adalah Kalimantan Timur, Maluku Utara, Gorontalo, DKI Jakarta dan Sulawesi Utara.

Secara nasional prevalensi obesitas umum terjadi pada pria sebesar 13,9 persen, lebih rendah dibanding dengan wanita sebesar 23,8 persen. Prevalensi obesitas umum lebih tinggi terjadi di daerah perkotaan dibanding pedesaan.

“Mulailah makan makanan sehat seimbang karena dapat mencegah berbagai penyakit degeneratif di antaranya hipertensi dan obesitas,” Triyani menambahkan.

Agar bisa mengendalikan penambahan berat badan dan mencegah hipertensi, ia menganjurkan konsumsi makanan dengan gizi seimbang yakni.

1. Mengonsumsi makanan sehat sesuai kebutuhan tubuh, baik kualitas maupun kuantitasnya. Usahakan makanan yang dikonsumsi setiap hari bervariasi

2. Perhatikan proporsi setiap kelompok makanan. Usahakan jangan ada yang kurang dan jangan ada yang lebih. Disarankan, 50-60 persen kalori berasal dari karbohidrat, 25 persen dari lemak, dan 15 persen dari protein)

3. Pembatasan penggunaan lemak jenuh, gula kolesterol, garam dan alkohol. Anjuran asupan garam kurang lebih enam gram perhari.

4. Perhatikan kebutuhan energi berdasar aktivitas fisik

5. Perhatikan budaya makan. Lepaskan diri dari pola hidup modern yang lebih banyak mengonsumsi junk food, makanan kemasan, atau yang diawetkan.

Comments are closed.