Banjir Bandang Wasior

Banjir Bandang Wasior. Berita terbaru, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memastikan akan meninjau lokasi bencana banjir bandang di Wasior, Kabupaten Teluk Wondama. Yudhyono bertolak dari Jakarta pada Rabu (13/10). Presiden dijadwalkan berada di Wasior selama dua hari.
Banjir Bandang Wasior
“Untuk melihat langsung dan mengambil keputusan apa yang mesti dilakukan pada tingkat pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” kata Presiden Yudhoyono dalam rapat terbatas penanganan bencana Wasior di kantor Presiden, Senin (11/10).

Yudhoyono mengatakan, TNI sudah mengerahkan berbagai transportasi laut dan satuan ZENI untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi. Yudhoyono berencana akan menggunakan kapal TNI Angkatan Laut dalam meninjau Wasior. “Tepat pada saat saya datang nanti, malamnya sudah bisa berlayar dengan kapal perang,” katanya.

Yudhoyono juga akan meninjau kondisi para pengungsi dan korban luka-luka yang sedang dirawat. Selanjutnya, Presiden juga akan membuktikan langsung kabar adanya pembalakan liar yang diduga menjadi penyebab banjir bandang itu. Menurut Yudhoyono, kabar pembalakan liar itu tidak pada lokasi, tapi masih jauh. “Nanti saya akan meninjau,” ujarnya.

Banjir bandang menerjang Wasior, Teluk Wondama, Senin pekan lalu. Banjir meluluhlantakan kota dan menghancurkan berbagai fasilitas umum. Tercatat banjir kali ini ketiga kalinya dalam 50 tahun terakhir. Banjir pertama terjadi pada 1955, selanjutnya pada 2008 dan terakhir di 2010. Dua banjir sebelumnya tidak menimbulkan korban jiwa meski hempasan banjir membuat pemukiman penduduk dipenuhi lumpur dan kayu.

Hingga Senin (11/10) siang, jumlah korban banjir bandang di Wasior, Teluk Wondama, Papua Barat, telah mencapai 147 tewas dan 123 lainnya masih dinyatakan hilang.