Banjir Lahar Dingin di Merapi Tak Kunjung Henti

Author - January 15, 2011

Banjir Lahar Dingin di Merapi Tak Kunjung HentiBerita Terbaru, Meski aktifitas gunung Merapi sudah meredam, namun nampaknya bencana masih terus mengancam sungai-sungai di wilayah sekitar Merapi tersebut. Bencana susulan berupa banjir lahar dingin terus mengancam warga perkampungan, mengingat curah hujan yang tinggi disana. Jangan menganggap bahwa banjir lahar dingin itu tidak berbahaya. Menurut seorang peneliti dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono menjelaskan beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya banjir lahar dingin dan bahayanya.

Banjir lahar dingin mulai terjadi di beberapa sungai yang berhulu dari Merapi pada pertengahan Desember lalu. Hingga kini, banjir lahar dingin belum menandakan kesurutan karena curah hujan yang tinggi. Adapun faktor yang menyebabkan terjadinya banjir lahar dingin itu diantaranya karakteristik endapan material vulkanik di sisi barat Merapi lebih ringan karena berupa abu, pasir, dan kerikil. “Jika kita menengok kembali peristiwa erupsi tiga bulan lalu, hujan abu akibat semburan material vulkanik letusan lebih dominan menyebar ke arah barat,” tulis Daryono. Dampak dari dominasi aliran hujan abu ke arah barat ini menyebabkan di kawasan barat Merapi lebih banyak menyimpan material piroklastik ringan hasil letusan yang berarah vertikal seperti material abu, pasir dan kerikil.

Hal ini, sambungnya, berbeda dari kondisi endapan material di kawasan selatan Merapi yang relatif lebih berat. Ini disebabkan karena endapan material erupsi kawasan selatan Merapi lebih banyak dikontrol oleh tumpahan material piroklastik panas sehingga karakteristik materialnya berukuran lebih besar seperti pasir, kerikil, kerakal, dan bongkahan batu besar. Meski membawa muatan bebatuan, banjir lahar dingin di sejumlah sungai yang bermuara di Gunung Merapi mampu mengalir deras. Aliran ini, bahkan lebih cepat dibanding aliran air biasa. Peneliti Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono menjelaskan kecepatan aliran lahar bisa mencapai lebih dari 65 kilometer (km)/jam dan dapat mengalir deras hingga jarak lebih dari 80 kilometer.

“Aliran debris dengan massa jenis besar ini meluncur dengan percepatan makin besar, karena laju alirannya ditopang gaya gravitasi,” jelasnya. Laju aliran lahar makin kencang dengan tenaga yang besar, apalagi Merapi merupakan gunung api strato sangat curam. Material erupsi yang lebih ringan seperti abu dan pasir yang banyak terendapkan di kawasan barat Merapi, bersifat ringan dan sangat mudah dilarutkan dan terbawa aliran air hujan.

Comments are closed.