Banjir Timbulkan Debat

Author - July 24, 2012

Banjir Timbulkan Debat, Warga Beijing meluapkan kemarahan kepada pemerintah, Senin (23/7/2012), setelah hujan terburuk yang menerpa ibu kota China itu dalam 60 tahun terakhir menyebabkan sedikitnya 37 orang tewas. Mereka mempertanyakan apakah upaya modernisasi kota itu mengorbankan infrastruktur dasar, seperti jaringan drainase.

Petugas penyelamat masih memeriksa sejumlah bangunan yang runtuh saat hujan lebat, Sabtu malam. Beberapa ruas jalan yang tergenang air hingga setinggi pinggang masih ditutup.

Pemerintah Beijing mengatakan, hingga Minggu malam 37 orang tewas. Sebanyak 25 orang tewas tenggelam, enam lainnya tewas ketika rumah mereka runtuh, satu orang tersambar petir, dan lima orang tersengat listrik dari kawat listrik yang terjatuh.

Warga Beijing mengirim foto lewat internet, memperlihatkan mobil dan bus kota terendam air setinggi lutut dan air mengalir deras menuruni tangga jembatan penyeberangan.

Hampir 57.000 orang diungsikan dari rumah mereka. Media lokal mengutip Pemerintah Kota Beijing memberitakan, kerugian akibat badai itu mencapai sedikitnya 10 miliar yuan (1,6 miliar dollar AS, atau Rp 14,7 triliun).

Mempermalukan

Walau kawasan paling parah dilanda banjir adalah pinggiran kota yang berbukit, bencana itu mempermalukan Beijing.

Kota itu mengalirkan puluhan miliar dollar AS untuk modernisasi infrastruktur. Sejumlah bangunan megah didirikan saat menjadi tuan rumah Olimpiade 2008. Bandar udara nomor dua terbesar dunia dibangun dan gedung pencakar langit bermunculan, tetapi tampaknya sistem drainase terlupakan.

”Kota-kota China rupanya tak terlatih menghadapi bencana seperti hujan lebat hari Sabtu,” tulis tabloid Global Times dalam tajuk rencana edisi Senin, mengkritik kesiapan pihak berwenang menghadapi bencana.

”Kalau begitu banyak kekacauan bisa ditimbulkan di Beijing, ibu kota negara, masalah infrastruktur perkotaan di banyak kota lain bisa lebih buruk. Dalam hal teknologi drainase, China ketinggalan puluhan tahun dari negara-negara maju,” tulis tabloid harian milik surat kabar Harian Rakyat tersebut.

Kritik serupa terlihat di situs mikroblog populer, Sina Weibo. ”Ini ibu kota China, Beijing. Lihat apa yang terjadi ketika terkena hujan badai,” tulis Wen Hui, pengguna Weibo. ”Sistem drainase Roma yang dibangun 2.500 tahun lalu masih dipakai dan bisa dilewati mobil. Apakah anjing bisa melewati gorong-gorong Beijing?”

Pengguna lain, Bijiexiang, menulis, ”Kalau sistem drainase bagus, kalau sistem peringatan dijalankan, kalau warga diminta tinggal di rumah, apakah korban jiwa sebanyak itu?”

Langit Beijing cerah hari Senin dan lalu lintas kembali normal. Namun, kawasan yang paling parah dilanda banjir masih merasakan akibatnya karena air belum surut.

Banjir Timbulkan Debat

Comments are closed.