Beko, Kuliner Khas Lembah Megalitikum

Author - July 15, 2012

Beko, Kuliner Khas Lembah Megalitikum, Nah, usai “menyapa” arca-arca dari zaman prasejarah di Lembah Megalitikum Besoa, Sulawesi Tengah, kita bisa menyicipi Beko, kuliner khas di Lembah Besoa. Kuliner ini terbuat dari pisang sepatu muda yang dimasak dengan daging sapi.

Bahan-bahan untuk membuat Beko ini sangat sederhana, yakni pisang sepatu mentah dan daging sapi. Bumbunya daun sereh, kemangi, daun jeruk, garam dan cabai rawit hijau yang ditumbuk halus.

Cara memasaknya pun tidak ribet. Mula-mula daging sapi diiris dadu seperti membuat sate, dan pisang sepatu dipotong kecil-keci. Sementara itu air secukupnya dididihkan di wajan. Setelah air mendidih, masukan daging sapi dan pisang sepatu yang sudah diiris. Biarkan beberapa menit hingga daging sapi dan pisang itu masak setengah matang. Lalu masukan bumbu daun sereh, kemangi, daun jeruk, garam dan cabai rawit yang sudah ditumbuk halus. Tunggu beberapa menit kemudian Beko sudah masak dan siap dihidangkan. Aroma campuran daun jeruk, sereh dan kemangi menjadikan Beko wangi dan mengundang selera.

Moh Abal, salah seorang warga dari Palu, Sulawesi Tengah yang datang menelusuri jalur trekking di Lembah Besoa mengaku masakan ini enak.
“Memang enak. Asli. Benar-benar pedas rasanya. Dan makin enak karena ada pisangnya,” aku Abal.

Elisabeth Poba’a (40), warga Besoa, mengaku makanan ini tidak ada di daerah lain karena khas daerah setempat. “Masakan ini tidak ada daerah lain. Ini bisa langsung dimakan juga dengan nasi atau pisang. Tergantung selera,” kata Elisabeth.

Jika suatu saat Anda ke Lembah Besoa, sempatkanlah menyicipi makanan ini. Asal tahu saja, makanan ini hanya ada saat pesta perkawinan atau hajatan besar lainnya. Tapi jika penasaran ingin menyicipinya, Anda tinggal meminta tolong pada warga setempat untuk membuatkannya.

Beko, Kuliner Khas Lembah Megalitikum

Comments are closed.