Bila Dukung Foke, PKS Bakal Dicap Tak Konsisten

Author - July 16, 2012

Bila Dukung Foke, PKS Bakal Dicap Tak Konsisten, Kemana suara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) beralih di putaran kedua Pemilihan Gubernur DKI Jakarta belum diputuskan. Bila PKS akhirnya memilih mendukung incumbent Fauzi Bowo, citra PKS bakal tergerus karena dianggap tidak konsisten terhadap niat awal yakni perubahan di Jakarta.

“Jika PKS akhirnya menjatuhkan dukungan ke Foke, ini artinya semakin konsisten menunjukkan jati diri PKS sebagai partai yang pro status quo,” kata pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Gun Gun Heryanto kepada detikcom, Minggu (15/7/2012) malam.

Menurut Gun Gun keputusan PKS berada dalam kekuasaan telah ditunjukkan sejak Pemilu 2004 dan Pemilu 2009. Agenda skenario koalisi level nasional itu bisa jadi tengah dipertahankan PKS dalam Pilgub DKI.

“Dengan Pilgub DKI akan semakin meneguhkan, bahwa bagi PKS mempertahankan kongsi menjadi lebih prioritas dibanding perubahan,” sebut Gun Gun.

Dengan memberikan dukungan kepada Foke, PKS diyakini akan menerima keuntungan. “Tapi ruginya akan menjadi catatan publik bahwa PKS tidak memiliki nilai pembeda dari parpol lain yakni feodal, oligarkis dan transaksional,” tuturnya.

Posisi PKS memang menentukan karena di putaran pertama, Hidayat Nurwahid dan Didik Rachbini mengantongi 11 persen suara dari total pemilih seperti tergambar dalam hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei. “Posisinya menjadi sangat strategis dalam konstelasi kekuatan di putaran kedua,” ujar Gun Gun.

Menurut dia, baik Foke ataupun Jokowi sama-sama memiliki peluang mendapat limpahan suara PKS. Jokowi yang berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama diuntungkan karena sudah diikat dengan tali persahabatan dengan Hidayat.

“Hidayat pernah jadi juru kampanye Jokowi saat di Surakarta. Kemudian, Jokowi juga orang pertama yang menyambangi Hidayat 11 juli lalu,” terangnya.

Sementara Foke masih sangat mungkin menggerakan persuasi melalui lobi ke jajaran elite DPP maupun DPD. Lobi ini dilakukan dengan pendekatan jalur koalisi partai di level nasional. “Selain sangat mungkin juga memengaruhi basis tradisional PKS melalui isu-isu sektarian,” kata Gun Gun.

Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute ini menyebut bandul politik PKS bisa beralih dari Jokowi ke Foke. “Meski belum tentu juga jika PKS berkongsi dengan Foke akan memenangi pertarungan,” pungkasnya.

Alasannya, masih tersisa suara dari Golkar dan kandidat independen lainnya termasuk dari barisan golput yang jumlahnya hampir 38 persen.

Sebelumnya Hidayat mengaku menyerahkan keputusan peralihan dukungan suara ke partai. Namun dia menegaskan, visi perubahan Jakarta harus jadi catatan untuk mendukung calon tertentu.

Partai akan mempertimbangkan mana yang lebih baik bagi demokrasi, perubahan Jakarta dan bagi umat yang selama ini menjadi simpatisan PKS.

Bila Dukung Foke, PKS Bakal Dicap Tak Konsisten

Comments are closed.