BPS berharap RI Untung Dagang Bersama Perancis

Author - July 1, 2011

BPS berharap RI Untung Dagang Bersama Perancis – Badan Pusat Statistik (BPS) sangat berharap kedatangan Perdana Menteri Prancis, Francois Fillon ke Indonesia akan menguntungkan dari segi perdagangan kedua negara. Apalagi saat ini Prancis termasuk tiga besar untuk negara Uni Eropa yang memiliki nilai perdagangan terbesar.

“Mudah-mudahan kedatangan PM Prancis menguntungkan, Prancis tetap dalam perhitungan sebagai negara yang diperhitungkan,” kata Kepala BPS, Rusman Heriawan seperti dikutip dari vivanews Jumat 1/7/2011.

Data BPS selama Mei 2011 menunjukkan Indonesia mengalami surplus perdagangan non migas dengan Prancis sebesar US$10,6 juta atau setara Rp95,4 miliar (kurs Rp9.000 per dolar AS). Nilai ekspor Indonesia ke Negara Mode ini tercatat sebesar US$119,1 juta, sedangkan impor mencapai US$108,5 juta.

Bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya, ekspor non migas Indonesia ke Prancis selama Mei 2011 naik sebesar US$6,7 juta. Namun, dari sisi impor, Indonesia tercatat mengalami penurunan pembelian produk dari Prancis sebesar US$23,38 juta.

Bila dirunut sepanjang lima bulan pertama 2011, nilai perdagangan antara Indonesia dan Prancis justru mencatat defisit bagi perdagangan produk-produk dari Tanah Air. Nilai defisit perdagangan non migas tersebut diketahui mencapai US$124,4 juta atau setara Rp1,12 triliun.

Tercatat, ekspor Indonesia selama Januari hingga Mei 2011 mencapai US$565,1 juta atau sekitar Rp5,09 triliun. Angka tersebut sangat rendah dibandingkan nilai produk Prancis yang masuk ke Indonesia sebesar US$689,5 juta atau setara Rp6,21 triliun.

Comments are closed.