Catatan Harian Sang Pemimpin Al Qaeda

Author - May 12, 2011

Catatan Harian Sang Pemimpin Al QaedaBerita Terbaru, Penyergapan yang dilakukan oleh pasukan elit Amerika Serikat, US Navy SEAL rupanya bukan hanya menewaskan sang pemimpin Al Qaeda, Osama Bin Laden. Tetapi mereka juga telah menghasilkan sebuah temuan besar berupa data-data jaringan teror. Pasukan khusus Amerika Serikat telah menyita lima buah komputer, lusinan flash drive, dan beberapa piranti data lainnya dari tempat persembunyian Osama di Abbotabbad, Pakistan. Tak hanya itu saja, mereka juga telah berhasil menemukan sebuah catatan harian yang ditulis tangan yang diduga milik Osama.

Dalam catatan pribadinya itu, Osama terus mendorong pengikutnya untuk menemukan cara-cara baru untuk menyerang AS termasuk menyerang kota-kota kecil, teror di kereta dan pesawat, dan bagaimana bisa membunuh sebanyak mungkin orang AS dalam satu serangan. Seorang petinggi AS menuturkan bahwa catatan yang saat ini berada di tangan AS berisi ide-ide operasi teror dan plot. “Ini tak mengherankan ia menuangkan ide, target, dan bagaimana mengeksekusinya dalam buku catatan,” kata pejabat tersebut.

Selain mengungkap soal rencana teror, buku harian Bin Laden juga menunjukkan, bahwa ia tak pernah meninggalkan rumah persembunyiannya sejak tiba di Pakistan tahun 2005 lalu. Paling jauh, Osama yang menua berjalan-jalan di halaman rumahnya itu. “Dia seperti terpenjara di sana.”

Meski sudah lama menghilang dari sorotan publik, dan Al Qaeda makin melemah, bukan berarti Bin Laden rela menyerahkan kendali kontrol organisasinya itu. Dokumen yang ditemukan menunjukkan, keterlibatannya dalam sejumlah peristiwa teror, termasuk ancaman teror di Eropa tahun lalu yang membuat wisatawan dan kedutaan memasang status kewaspadaan tinggi.

Dari balik dinding persembunyiannya, Osama terus berkomunikasi dengan cabang-cabang Al Qaeda, terutama Yaman. Dan meski belum dilengkapi bukti cukup, ia diduga berada di balik usaha teror hari Natal 2009 di Bandara Detroit, AS. “Jangan batasi serangan ke Kota New York,” kata Osama dalam tulisan di catatan itu. Kota lain yang ada dalam jurnal adalah Los Angeles, atau kota kecil yang lain. “Sebarkan target.”

Osama juga menekankan kepada pengikutinya berapa jumlah orang AS yang harus jadi korban, guna menyingkirkan negara itu dari dunia Arab. Kata dia, serangan kecil tak akan cukup. Kepada para pengikutnya, ia menyebut angka ribuan — jumlah korban yang tak jauh beda dengan tragedi serangan teror 11 September 2009. Sementara, Osama diketahui tidak hanya mengirim pesan pada jaringannya, bukti-bukti juga menunjukkan bahwa ia menerima respon atas pesannya itu.

Buku harian Osama juga merujuk ke tanggal-tanggal penting di kalender AS: hari kemerdekaan AS 4 Juli, Natal, dan 10 tahun peringatan tragedi 9/11. Aparat keamanan AS mengatakan, tak ada indikasi bahwa waktu, tanggal, atau tempat yang tertulis di sana menunjukkan teror yang telah direncanakan. Untuk sementara, itu itu dianggap barus sebatas gagasan sinting Osama Bin Laden.

Comments are closed.