Dari Jenis Bom, Pelaku Bukan Jaringan Jihad

Author - April 16, 2011

Dari Jenis Bom, Pelaku Bukan Jaringan JihadBerita Terbaru, Aksi bom bunuh diri yang terjadi di Masjid Mapolresta Cirebon Jumat 15 April 2011, hingga kini masih belum diketahui otak di balik serangan tersebut. Namun yang jelas pengamat teroris Al Chaidar berspekulasi jika aksi itu bukan berasal dari kelompok jaringan jihad. Lalu, apa motif dari serangan terhadap polisi itu?

Al Chaidar mengatakan hal tersebut dilihat dari jenis bom yang digunakan dalam pemboman ini memiliki daya ledak yang rendah. Selain itu, lokasi pemboman yang dipilih yaitu masjid bukan merupakan ciri dari jaringan jihad. Menurut Al Chaidar, pengeboman di dalam kompleks masjid sebenarnya bukan peristiwa yang pertama kali di tanah air. Catatannya menunjukan, pengeboman di areal masjid pernah terjadi tahun 2006 di Sumatera Barat, tahun 2011 di Jogjakarta. “Memang belum ada informasi dari MUI tentang adanya bom bunuh diri di dalam mesjid,” katanya.

Namun dia mengaku terdapat hal yang baru dari aksi bom bunuh diri yang terjadi di Cirebon. Kebaruan dari aksi pemboman ini adalah pemilihan target yang dibidik pelaku, yaitu kepolisian.

“Sangat aneh dan baru terjadi di Indonesia kalau sasarannya polisi. Polisi jadi musuh mereka dengan meledakkan bom di masjid, itu tidak masuk akal jika dilakukan oleh kelompok ini (jaringan jihad),” ujarnya.

Mengenai kemungkinan pemboman melibatkan Ahmadiyah, Al Chaidar sama sekali menepis anggapan tersebut. Alasannya, Ahmadiyah selama ini dikenal sebagai kelompok bukan pendendam.

“Mereka tidak akan melakukan pemboman seperti ini. Bom ini (ingin) menjadikan citra buruk kepolisian, unsur memecah belah (persatuan) juga ada kecenderungan disini karena tempat peledakan yang dipilihnya masjid,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Komisaris Jenderal Nanan Sukarna memastikan ledakan bom yang terjadi di Masjid Mapolresta Cirebon, Jawa Barat, Jumat 15 April 2011, merupakan kejadian dengan modus yang terbilang baru.

Saat menggelar keterangan pers bersama di kantor Kementerian Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), dengan Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, Kepala Badan Intelejen Nasional (BIN) Jenderal (Purn) Soetanto dan Ketua Badan Ketua Nasional Penanggulangan Teror (BNPT) Komisaris Ansyad Embai, Wakapolri Nanan Sukarna menjelaskan, bahwa tim gabungan telah berada di lokasi dan telah melakukan indentifikas terhadap pelaku bom bunuh diri.

“Ini hal yang baru terjadi di Polresta. Ini modus baru yang menjadikan kita lebih waspada. Ternyata masjid juga menjadi sasaran. Tim gabungan sekarang sudah di lokasi dan semoga sudah bisa diidentifikasi pelakunya.” ujarnya.

Dalam ledakan bom bunuh diri itu, ada empat pengawai negeri sipil, seorang imam masjid, dan 21 anggota Polri menjadi korban. Mereka berada di rumah Pelabuhan, Rumah Sakit Gunung Jati, dan Rumah Sakit Pertamina Klayan

Comments are closed.