Demonstran Ancam Duduki Istana Negara

Demonstran Ancam Duduki Istana NegaraBerita Terbaru, Massa demonstran dari berbagai elemen mengancam akan menduduki Istana Negara bila dalam jangka waktu sepuluh hari tuntutan Pembubaran Ahmadiyah tidak digubris oleh pemerintah SBY. Ancaman tersebut disampaikan saat melakukan demonstrasi di Bundaran HI, Jakarta, Jumat (18/2/2011).

“Kalau dalam waktu sepuluh hari ini belum ada penyelesaian dari pemerintah, maka kami akan menginap di Istana,” ucap Korlap dan Ketua Pengkaderan dan Pembinaan Umat, Ustadz Bernard Abdul Jabar, Jumat (18/2/2011), di Bundaran HI, Jakarta.

Dalam aksi tersebut, lanjutnya, aksi dijanjikan akan lebih besar daripada aksi yang saat ini tengah berlangsung. Pihaknya berjanji akan melakukan aksi yang lebih besar.

“Ini baru permulaan saja. Presiden harus keluarkan Kepres pembubaran Ahmadiyah. Jangan ditunda, karena ini merupakan tuntutan umat Islam yang diwakili FUI dan ormas Islam,” kata Ustaz Bernard.

Dia mengatakan, anarkisme yang kini muncul merupakan bentuk amarah warga muslim akibat pelanggaran yang banyak terjadi. Umat marah, padahal umat sebelumnya diam dan secara prosedur hukum sudah dijalankan. Tapi, kata dia, karena banyak pelanggaran Ahmadiyah yang memicu kemarahan umat Islam.

“Kami menuntut pembubaran Ahmadiyah! Kalau pemerintah tidak menggubris, 1 Maret insya Allah, kami akan ada di istana untuk meminta presiden SBY membubarkan Ahmadiyah karena tidak sesuai dengan undang-undang yang ada,” teriak Bernard.

Selain berteriak meminta pembubaran Ahmadiyah, di dalam aksinya, para demonstran juga membentangkan spanduk bertuliskan: “Penggal Penista Islam”, “Umat Islam Siap Bimbing Korban Kekafiran Ahmadiyah”, dan “Umat Islam Bubarkan Ahmadiyah”. Tujuan mereka sama yakni pembubaran Ahmadiyah.

Beberapa ormas Islam yang menggelar demo, yakni Forum Umat Islam (FUI), Laskar Hijau Muslim, Front Pembela Islam (FPI), Syariat Islam, dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Comments are closed.