Dituduh Curi Emas, Tangan TKI Dihukum Potong Tangan

Author - June 22, 2011

Dituduh Curi Emas, Tangan TKI Dihukum Potong TanganBerita Terbaru, Sepasang suami istri, Hasin dan Sab’atun asal Pamekasan yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi, terpaksa pasrah ketika keduanya dituduh mencuri emas seberat 1kg milik majikannya, Umar Said Bamusak, di Jeddah, Arab Saudi. Kejadian tersebut sudah lama terjadi yakni pada tahun 2006 dan keduanya pun sampai saat ini masih mendekam di penjara Hokok Al Islahiyah Rowes Amber Tis’ah, Jeddah. Namun, baru-baru ini keduanya telah diputuskan dijatuhi hukuman potong tangan.

Eksekusi yang menimpa kepada para TKI yang berada di Arab Saudi dinilai terlalu berlebihan. Sebelumnya juga, seorang TKI bernama Ruyati telah dijatuhi hukuman pancung akibat diduga sebagai pembunuh majikannya. Tidak itu saja, masih ada ratusan TKI yang terancam eksekusi mati disana. Sementara itu, kasus yang menimpa kepada Hasin dan Sab’atun dinilai memiliki kejanggalan. Keduanya dihukum tanpa ada bukti yang kuat dan jelas. Anehnya lagi, sang majikan bersedia membebaskan keduanya asalkan bisa membayar uang tebusan sebesar Rp.250 juta.

Hasin dan Sab’atun pergi bekerja sebagai TKI sejak tahun 2001 melalui PT. Hosanah Adi Kreasi, Jakarta Timur dan menitipkan anak satu-satunya bernama Ulfa yang kini sudah menginjak usia 11 tahun. Semenjak kedua orang tuanya pergi, Ulfa hidup bersama adik Hasin. Kabar terakhir yang dikirim Hasin melalui SMS kepada adik kandungnya mengatakan bahwa ia dan istrinya akan dijatuhi hukuman potong tangan. Tempat penjara mereka juga telah dipindahkan ke tempat yang lebih gelap. Hingga kini, komunikasi telah terputus akibat ponsel Hasin telah dirampas oleh petugas penjara di Jeddah.

Mendengar kedua orang tuanya akan dijatuhi hukuman, Ulfa bersama pihak keluarganya mendatangi Gubernur Jawa Timur untuk meminta bantuan agar kedua orang tuanya dapat dibebaskan dari hukuman. Selain itu, pihak keluarga juga meminta bantuan segera terlaksana dengan cepat mengingat jadwal eksekusi yang tidak diketahui.

Comments are closed.