Djakarta Lloyd

Author - October 13, 2010

Djakarta Lloyd. Berita terbaru, 2 Anak buah kapal (ABK) KM Makassar milik PT Djakarta Lloyd yang ‘tersandera’ di Singapura selama setahun akhirnya menjejakkan kaki ke Tanah Air. Keduanya, BS dan IH, meninggalkan kapal itu pada Rabu 12 Oktober kemarin.

“2 Orang itu mungkin sudah jenuh, jadi memutuskan pulang,” kata juru bicara Kemlu, Teuku Faizasyah, saat dihubungi, Rabu (13/10/2010),

KM Pontianak CJN III-34 dan KM Makassar CJN III-39 ditahan di Singapura berdasar keputusan Pengadilan Singapura. Di atas kapal terdapat total 29 anak buah kapal (ABK). KM Pontianak ditahan sejak Juli 2009 dan KM Makassar ditahan sejak Februari 2009 silam. Di KM Makassar ada 15 orang, dan di KM Pontianak terdapat 14 orang.

“Sebenarnya bukan ditahan, mereka itu tetap tinggal di kapal karena selama proses persidangan, kapal tidak boleh ditinggal,” ujar Faiz.

Faiz menjelaskan, BS dan IH diperbolehkan pulang, namun 2 kru baru segera datang untuk menggantikan. Saat berada di kapal, mereka juga tidak mendapatkan paksaan dalam pengertian tidak seperti ditahan.

“Itu urusannya Djakarta Lloyd, jadi pulang boleh namun harus diganti kru baru,” imbuhnya.

Selama berada di kapal itu pun, lanjut Faiz, para ABK boleh beraktivitas di darat. “Mereka juga berlebaran dan merayakan upacara 17 Agustus,” tutur Faiz.

Dua kapal RI ini ditahan karena PT DL berutang sebesar US$ 3,3 juta kepada Australian National Lines (ANL), perusahaan pelayaran nasional Australia. Perusahaan ini kemudian mengajukan gugatan di pengadilan Singapura untuk menahan kapal. PT DL merupakan badan usaha milik negara yang semua sahamnya dimiliki oleh negara. ABK biasanya dirolling tiap 9 bulan.

Comments are closed.