Dua Kali Mangkir, Nazaruddin Akan Dijemput Paksa KPK

Dua Kali Mangkir, Nazaruddin Akan Dijemput Paksa KPKBerita Terbaru, Karena sudah dua kali mangkir dari panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M Nazaruddin, yang sedang berada di Singapura rencananya akan dijemput paksa oleh KPK. Penjemputan paksa ini dilakukan demi kelancaran penyidikan kasus dugaan suap pembangunan wisma atlet SEA Games di Palembang, Sumatera Selatan.

“Sesuai prosedur KUHAP (Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana), panggilan dilakukan dua kali. Yang ketiga, upaya paksa,” kata juru bicara KPK, Johan Budi, Kamis (16/6/2011) di Jakarta. Dalam kasus ini, Nazaruddin berstatus sebagai saksi.

Johan menjelaskan bahwa penyidik dan pimpinan KPK saat ini sedang membahas mengenai prosedur penjemputan paksa, “Sekarang sedang didiskusikan bagaimana mekanisme menghadirkan Nazaruddin di KPK,” ujar Johan.
Hingga kini, KPK belum mendapatkan informasi terkait ketidakhadiran Nazaruddin selama ini. “Pengacara Nazaruddin, yang katanya akan datang ke KPK, hari ini pun tidak muncul ataupun mengirimkan surat,” ungka Johan.

Seperti diberitakan, Nazaruddin mangkir dua kali dari pemeriksaan KPK yang dijadwalkan pada Senin (13/6/2011) dan Kamis (16/6/2011). Sebelumnya, KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap Nazaruddin terkait penyelidikan pengadaan sarana dan prasarana di Kementerian Pendidikan Nansional pada 2004, Jumat (10/6/2011). Namun, dia mangkir juga.

Sementara itu, KPK menetapkan tiga orang yang terlibat dalam kasus dugaan suap pembangunan wisma atlet SEA Games yaitu, Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga Wafid Muharam, mantan Direktur Pemasaran PT Anak Negeri Mindo Rosalina Manulang, dan Direktur Pemasaran PT Duta Graha Indah Mohamad El Idris. Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka dengan bukti cek senilai Rp 3,2 miliar.

Comments are closed.