Dua Sektor Saham Menggiurkan Hari Ini

Dua Sektor Saham Menggiurkan Hari Ini

Dua Sektor Saham Menggiurkan Hari IniBerita Terbaru, Melihat pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang diperkirakan kembali melanjutkan positifnya, para investor pasar modal diprediksi masih berkonsentrasi untuk mengoleksi sejumlah saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan menjelang akhir pekan ini, Kamis 24 Februari 2011. Investor masih tetap memburu saham pada sektor pertambangan, khususnya pada saham berbasis batu bara. Pemilihan tersebut, guna mengantisipasi melonjaknya harga minyak mentah dunia akibat pergolakan politik yang terjadi di Timur Tengah dan Afrika.

Selain itu, saham berbasis batu bara dapat menjadi pendorong penguatan IHSG pada penutupan perdagangan kemarin, Rabu 23 Februari 2011. Menurut data BEI, sektor komoditas tambang dan bank berhasil mendorong laju indeks harga saham gabungan (IHSG) berbalik arah menguat (rebound) 23,02 poin atau 0,66 persen ke level 3.474,12. Indeks saham sektor tambang menguat 52,58 poin (1,70 persen) menjadi 3.134,06, sedangkan finansial naik 1,09 poin atau 0,25 persen di posisi 434.118.

Namun, Bertrand menuturkan, meski secara teknikal IHSG terlihat rebound setelah sehari sebelumnya sempat menyentuh level batas bawah (support) di 3.450, fase konsolidasi (sideways) indeks terlihat masih berlangsung.

Ia lalu merekomendasikan saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), serta PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Tiga Saham tersebut, pada transaksi kemarin menjadi pendorong kenaikan IHSG.

Berdasarkan data publikasi Bank Indonesia per Desember 2010, BCA mencatat laba bersih sebesar Rp8,37 triliun, atau naik sebesar 23,45 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp6,78 triliun.

Sementara itu, Bukit Asam menargetkan pendapatan di atas Rp10 triliun, dengan laba bersih di atas Rp3 triliun pada 2011. Hal itu didorong peningkatan target produksi dan penjualan perseroan yang diimbangi dengan tren kenaikan harga batu bara dunia.

Perseroan juga menargetkan kenaikan produksi menjadi 16,9 juta ton dari tahun lalu 13,1 juta ton.

Peningkatan produksi itu juga terkait dengan peningkatan kapasitas angkutan kereta api secara bertahap menjadi 22,7 juta ton pada 2014. Dana tersebut dianggarkan dari belanja modal sebesar Rp1,8 triliun selama 2011.

Ukie Jaya Mahendra, direktur PT Paramitra Alfa Securities juga menyarankan pelaku pasar modal memburu saham-saham komoditas tambang karena kemungkinan terjadi kerusuhan di Libya dan negara Timur Tengah lainnya. “Tentunya, pilih yang berfundamental bagus,” kata dia.

Dia merekomendasikan saham PT Indika Energy Tbk (INDY), PTBA, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), dan ADRO. INDY, kata Ukie, setelah mengakuisisi tambang-tambang baru membuat perseroan semakin kuat di bisnis batu bara di luar pembangkit listriknya.

Sementara itu, PTBA, ADRO, dan ITMG, menurut dia, karena tiga faktor, yakni harga komoditas yang naik drastis, perseroan memiliki utang yang kecil, dan antisipasi keluarnya laporan keuangan tahun buku 2010 yang bakal kinclong. “Perkiraannya akan bagus, karena penjualan kuartal IV-2010 dan harga batu bara masih di atas waktu itu,” tutur Ukie.

Menurut analis yang tergabung dalam Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) itu, saham-saham tersebut sepertinya akan menjadi penopang pergerakan IHSG, selain sentimen positif rebound-nya bursa regional dan Asia.

Seperti diketahui, saham dengan kode ITMG pada penutupan pedagangan kemarin menduduki posisi pertama saham pendukung kenaikan IHSG, dengan penguatan harga sebesar Rp2.000 atau 4,29 persen pada posisi Rp48.600. Saham itu tercatat di urutan 12 dalam daftar efek paling banyak atau aktif ditransaksikan pada perdagangan Rabu, dengan frekuensi sebanyak 1.674 kali.

Pada perdagangan kemarin, saham di sektor tambang tersebut tidak seluruhnya terjadi transaksi (done), sehingga masih memiliki sisa penawaran beli tinggi (bid) mencapai 349 lot. Sementara itu, transaksi yang terjadi sebanyak 4.454 lot.

PTBA berada di posisi dua saham menguat banyak dengan frekuensi sebanyak 877 kali atau berada pada urutan keenam saham paling aktif diperdagangkan. Harga sahamnya naik Rp600 (3,06 persen) menjadi Rp20.200. Saham tambang tersebut menyisakan sisa penawaran beli mencapai 2.071 lot, dengan transaksi yang terjadi sebanyak 19.413 lot.

Sementara itu, saham komoditas tambang lain, seperti INDY bercokol di urutan ke-17 pengontibusi penguatan IHSG, dengan saham yang ditransaksikan sebanyak 1.428 kali (ada di posisi 17 saham teraktif). Harga saham juga terangkat Rp75 atau 2,01 persen ke level Rp3.800. Saham ini terjadi transaksi 54.897 lot, dengan sisa penawaran beli sebanyak 18.720 lot.

Saham tambang lain berkode ADRO menempati posisi ke-18 karena menguat cukup besar dan bercokol di urutan ke-15 untuk kategori teraktif. Frekuensi ADRO tercatat 1.475 kali. Harga saham juga menguat Rp75 (3,15 persen) menjadi Rp2.450, dengan menyisakan penawaran beli sebanyak 82.434 lot dan terjadi transaksi mencapai 102.758 lot.

Saham BRI berada di urutan ke-24 pengontribusi penguatan IHSG dan berada di urutan ke-10 dalam daftar saham teraktif dengan transaksi sebanyak 1.908 kali. Harga sahamnya juga naik Rp50 atau 1,05 persen ke level Rp4.800. Saham ini ditransaksikan sebanyak 61.893 lot, dengan sisa penawaran beli mencapai 19.693 lot.

Saham bank lainnya, BCA berada di posisi ketujuh saham dengan penguatan terbesar dan peringkat ke-19 saham paling banyak ditransaksikan, karena mencatat frekuensi 1.319 kali, dengan harga saham menguat Rp150 (2,40 persen) menjadi Rp6.4000. Saham ini menyisakan penawaran beli hanya sebanyak 13.726 lot dan terjadi transaksi mencapai 33.880 lot.