Film The Ground Zero Mosque

Author - January 24, 2011

Film The Ground Zero MosqueBerita Terbaru, Walaupun konflik antara pro dan kontra Pembangunan Masjid Ground Zero di New York sempat meredam, namun sekelompok konservatif menolak untuk menjatuhkan issu tersebut.
Sebuah film baru berjudul “Masjid Ground Zero: Gelombang Serangan 911 Kedua” siap diluncurkan pada Konferensi Aksi Politik Konservatif (CPAC), dan berharap dapat mengembalikan pusat budaya Islam Park51 ke bawah sorotan.
Dua kelompok yang menulis film itu, Stop Islamisasi Amerika (SIOA) dan Inisiatif Pertahanan Kebebasan Amerika (AFDI), menggambarkannya sebagai dokumenter.
Sebuah poster untuk film tersebut menampilkan satu gambar besar dari World Trade Center ketika ditabrak oleh pesawat kedua dalam serangan 11 September 2001.
“Masjid Ground Zero menjadi isu perubahan dalam upaya kita untuk meningkatkan kesadaran dan akhirnya menghentikan dan memutar kembali kemajuan hukum Islam dan supremasisme Islam di Amerika,” ujar direktur AFDI/SOIA Pamela Geller.
Dia melanjutkan, “Ini adalah dokumenter pertama yang memberitahukan seluruh kebenaran tentang Masjid Ground Zero. Bersiaplah untuk terguncang. Film ini merampas topeng media musuh dan peran dengki yang mereka mainkan dalam memajukan dan mempropagandakan tujuan dari musuh Amerika.”
Film itu dikatakan menampilkan tokoh-tokoh konservatif terkenal seperti Andrew Breitbart dari BigGovernment.com, pemandu acara bincang-bincang radio Mike Gallagher, dan mantan duta besar PBB era Presiden Bush, John Bolton.
“Film ini mencerahkan, memikat, dan membangkitkan,” ujar Geller. “Terutama, film ini adalah sebuah alat ajaran. Film ini sempurna untuk menunjukkan pada teman dan keluarga kalian yang skeptis tentang apa yang benar-benar kita hadapi, dan jelaskan pada mereka bagaimana dan kenapa kita harus melawan.”
“Jadi konferensi pertama gerakan konservatif ini akan memasukkan sesi strategi di mana peserta akan mengetahui bagaimana mencegah pembangunan struktur relijius yang melanggar hukum,” ujar Andrew Sullivan dari The Atlantic. “Dan pernyataan meragukan mereka tentang kesetiaan pada Konstitusi dan rasa cinta mereka pada kebebasan saat melakukannya.”
Rencana untuk pusat budaya itu diabaikan ketika New York Times pertama kali melaporkannya sekitar bulan Desember 2009.
Proyek itu mendapat perhatian luas di bulan Mei 2010 ketika sebuah dewan komunitas mempertimbangkan rencana konstruksi tersebut. Geller dan rekan sesama blogger konservatif Robert Spencer menyebut pusat itu sebagai Masjid Ground Zero, yang memicu kontroversi nasional.
Imam di balik pusat budaya itu, Feisal Abdul Rauf, memberikan saran-saran pada penyidik isu-isu kontraterorisme AS di tahun 2003. Dia juga aktif di dalam inisiatif kerjasama lintas agama Institut Aspen, mendorong dialog yang lebih substansial antara penganut Kristen, Muslim, dan Yahudi.

Comments are closed.