Gabung Dengan NII Dapat Gadis Cantik

Author - April 30, 2011

Gabung Dengan NII Dapat Gadis CantikBerita Terbaru, Untuk menarik perhatian dan minat para korbannya, Negara Islam Indonesia (NII) memberikan kebebasan untuk memilih gadis cantik sebagai calon istri. Pencarian sekaligus pemilihan gadis cantik itu dilakukan saat acara pengajian khusus komunitas NII. Pada acara tersebut, seluruh anggota baik pria maupun wanita akan berkumpul dan disanalah anggota pria bisa memilih wanita yang diinginkan. Keterangan tersebut disampaikan oleh seorang pria dari Surabaya, Jawa Timur, berinisial AB. Ia mengaku pertama kali mengenal NII pada April 2000 beberapa saat setelah lulus dari STM Negeri di Surabaya.

AB mengaku diajak teman sekolahnya untuk mengikuti sebuah pengajian yang banyak diikuti perempuan cantik. Teman AB sudah menjadi pengikut NII dan telah berganti nama menjadi Ridwan. Tanpa berpikir panjang, AB pun menyambut ajakan temannya mengikuti forum pengajian di sebuah rumah di kawasan Rangkah, Surabaya, yang terdapat plakat nama perguruan silat di atasnya. Saat pengajian itu, AB langsung ditawari beberapa perempuan pengikut NII untuk memilih salah satu di antara mereka.

“Jika saya tertarik, maka saat itu juga dijanjikan langsung dinikahkan dengan wanita pilihan saya,” ujar AB, kini berusia 29 tahun, dan tinggal di kawasan Surabaya selatan. Seperti halnya korban NII lain, AB juga menjalani proses “cuci otak” setelah bergabung. Dalam proses tersebut, mubalig yang menangani AB menjelaskan konsep Islam dan negara menurut NII. Tidak lupa, AB pun dimintai uang mahar senilai Rp 1 juta.

“Karena tidak punya uang, saya disuruh jual kendaraan roda dua yang saya miliki, tetapi saya menolak. Akhirnya saya terpaksa mengamen untuk mengumpulkan uang mahar itu,” kata pria yang akan dijadikan polisi NII karena posturnya yang tinggi besar itu.

Semakin hari, AB merasa tidak nyaman dengan NII. Selain banyak ajaran yang tidak bisa dia terima, aktivis NII juga kerap mendatangi rumahnya untuk menagih uang mahar. AB lantas punya niat untuk keluar dari NII. Namun, selalu saja dihantui ancaman bahwa siapa pun yang membelot dari komunitas itu akan dihukum pancung. Pergulatan batin antara ingin keluar dan bertahan itu berlangsung lama. Akhirnya, AB memutuskan keluar dari NII tanpa takut ancaman hukum pancung.

Comments are closed.