Gubernur DKI Mendatang Harus Benahi 4 Kerusakan Lingkungan di Jakarta

Author - June 5, 2012

Gubernur DKI Mendatang Harus Benahi 4 Kerusakan Lingkungan di Jakarta, Kerusakan lingkungan di wilayah Jakarta dinilai sudah cukup memprihatinkan. Kepadatan penduduk ditambah dengan pembangunan tata kota yang tidak terencana dengan baik telah menciptakan kondisi lingkungan Jakarta yang buruk. Gubernur DKI pun langsung mendatangkan yang membenahi 4 kerusakan lingkungan di Jakarta.

Peneliti senior pada The Jakarta Institute (TJI), Ubaidillah, mengatakan sekurang-kurangnya ada empat hal persoalan lingkungan Jakarta yang harus dibenahi gubernur DKI Jakarta terpilih yang akan datang.

Gubernur saat ini dan sebelumnya sepertinya belum berhasil menciptakan lingkungan hidup di Jakarta sangat baik. Padahal salah satu hal penting dari sebuah ibukota negara adalah terjaganya lingkungan hidup, banyaknya jalur hijau, minimnya polusi, dan aliran sungai yang terjaga.

Dalam riset yang dilakukan lembaganya, Ubaidillah mengatakan empat hal persoalan lingkungan Jakarta saat ini adalah pertama, Jakarta menjadi kota dengan polusi udara terburuk ke-3 di dunia setelah Mexico City dan Bangkok. Karena cuaca di Jakarta semakin buruk dengan polusi udaranya. Kemacetan yang semakin akut juga menjadikan polusi semakin kronis. Jakarta menjadi kota terpolusi ke-3 di dunia.

Kedua, lanjut dia, sungai-sungai di Jakarta berubah menjadi ‘tempat sampah raksasa’ tanpa ada
upaya pencegahan dan penyadaran kepada masyarakat. Produksi sampah mencapai 6000 ton per hari dengan nyaris tanpa ada pengolahan awal di hulu. Upaya pengendalian aliran Ciliwung hanya dilakukan di hilir melalui banjir kanal sementara tidak ada upaya koordinasi denga Pemda di daerah hulu dan tengah untuk mengendalikan aliran Ciliwung.

Ketiga, wilayah Jakarta yang berada di bawah permukaan air laut pasang meningkat dari 8,5 persen pada 2007 menjadi 12,3 persen pada tahun 2012 akibat pembangunan gedung bertingkat dan penyedotan air tanah berlebihan.

Eksploitasi air tanah dalam yang tidak terkendali oleh gedung-gedung bertingkat telah menyebabkan penurunan permukaan tanah secara signifikan sebesar 40-120 cm. Di sisi lain, waduk yang tidak berfungsi untuk penahan air dan daerah aliran sungai yang dipenuhi bangunan menyebabkan tanpa upaya pemulihan akan menyebabkan Jakarta selalu terancam banjir.

Terakhir, ruang terbuka hijau masih 13 persen, jauh di bawah ketentuan dan tidak mencapai target 14 persen pada 2012. Ini sebenarnya menjadi fakta lingkungan Jakarta saat ini yang harus dibenahi oleh siapapun gubernur terpilih nanti. Jangan sampai dibiarkan dengan keadaan yang sangat buruk, karena kerusakan lingkungan Jakarta sangat tidak baik bagi semua penduduknya.

Gubernur DKI Mendatang Harus Benahi 4 Kerusakan Lingkungan di Jakarta

Comments are closed.