Hamil 8 Bulan, Perempuan ini Didakwa Gelapkan Uang

Author - June 28, 2012

Hamil 8 Bulan, Perempuan ini Didakwa Gelapkan Uang, Bandarlampung, Fajar Laeli (27), perempuan yang tengah hamil delapan bulan, didakwa melakukan penggelapan oleh Jaksa Penuntut Umum, Yosef, di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Bandarlampung, Rabu (27/6/2012). Fajar Laeli didakwa telah menggelapkan uang hasil penjualan batik tempatnya bekerja.

Terdakwa telah dengan sengaja dan melawan hukum, memiliki sesuatu berupa uang tunai hasil penjualan batik sebesar Rp 16,55 juta yang sebagian milik orang lain.

Dalam sidang dipimpin ketua majelis hakim Mochtar Ali, jaksa menjelaskan kasus ini bermula ketika terdakwa bekerja di Toko Batik SAM NUR WIPI di Jalan Pangeran Diponegoro No. 122 A, Kelurahan Gulak Galik, Kecamatan Teluk Betung Utara, Bandarlampung. Terdakwa mulai bekerja sejak 18 Juli 2011 dengan gaji Rp 1,5 juta per bulan. Di tempat itu, tugas pokok dan fungsi terdakwa adalah melayani konsumen dan diharuskan menulis laporan pembukuan persediaan barang setiap hari, mengecek barang, menyetorkan uang kepada pemilik toko, dan juga bertanggung jawab masalah barang uang hasil penjualan kepada pemilik toko, H Elfin Yendri.

Sejak Agustus 2011, terdakwa secara bertahap menggunakan uang hasil penjualan batik dengan cara tidak menuliskan atau melaporkan hasil penjualan batik tersebut dalam buku laporan keuangan toko selama tiga bulan. Terdakwa juga masih mengingat, bahwa dirinya telah memakai uang penjualan batik sebanyak Rp 6 juta pada September 2011 untuk keperluan Idul Fitri dan mudik lebaran.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh korban, diketahui dari hasil audit perhitungan pembukuan toko sejak Agustus 2011 sampai Oktober 2011, ditemukan omzet penjualan mencapai Rp 60,731 juta. Kemudian, korban juga mengecek ulang pengeluaran sebesar Rp 33,175 juta, kemudian menghitung omzet secara keseluruhan dikurangi pengeluaran. Dari situ korban menemukan adanya selisih uang sebesar Rp 27,555 juta.

Selanjutnya, korban menanyakan uang tersebut kepada terdakwa, yang akhirnya membuat terdakwa mentransfer uang sebesar Rp 11 juta. Namun, masih ada sisa uang yang wajib diserahkan sebesar Rp 16,555 juta.

Berdasarkan pengakuannya, terdakwa ternyata tidak sanggup membayar dan mengakui, uang tersebut telah digunakannya. Terdakwa berjanji akan mengembalikannya paling lambat 1 November 2011. Namun, uang tersebut tidak dikembalikan pada waktunya, bahkan terdakwa sempat melarikan diri.

Hamil 8 Bulan, Perempuan ini Didakwa Gelapkan Uang

Comments are closed.