Hari Ini Andi Nurpati Diperiksa

Hari Ini Andi Nurpati DiperiksaBerita Terbaru, Andi Nurpati, hari ini, Jumat (15/7/11), mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), dijadwalkan akan diperiksa di Bareskrim Polri terkait kasus pemalsuan surat keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam sengketa Pemilu 2009 di wilayah Sulawesi Selatan I.

Dalam pemanggilan pemeriksaan tersebut Andi Nurpati akan didampingi penasihat hukumnya, Denny Kailimang.

Wakil Kepala Bareskrim Polri Inspektur Jenderal Matius Salempang menerangkan, selain Andi Nurpati, hari ini juga akan diperiksa mantan hakim MK, Arsyad Sanusi sebagai saksi

Ketua tim penyidik belum bisa menjelaskan alasan pemeriksaan Andi yang diperiksa lebih dulu, padahal komisioner KPU tidak hanya Andi.

Menurut Denny Kailimang, apa yang terungkap di Panja Mafia Pemilu tidak dapat dipakai untuk menyebut kliennya terlibat dalam kasus pemalsuan. Denny mengatakan, Panja bukan penegak hukum yang dapat menentukan Andi sebagai tersangka.

Pemeriksaan Andi Nurpati ini merupakan pemeriksaan pertama sejak kasus ini diadukan ketua MK, Mahfud MD pada 12 Februari 2010. Hingga saat ini, penyidik baru menetapkan satu tersangka yakni Masyhuri Hasan, mantan staf kepaniteraan di MK.

Andi mengaku tak tahu menahu mengenai surat dengan nomor 112 (palsu) dan 113 tertanggal 14 Agustus 2009 yang dikirimkan melalui faksimili. Dalam surat nomor 112 , putusan MK dimanipulasi sehingga berisi penambahan suara untuk calon legislatif dari Partai Hanura, yakni Dewi Yasin Limpo.
Andi juga mengaku tak menerima dan menyimpan surat asli yang berisi jawaban putusan MK dengan nomor yang sama yakni 112 dan 113 tertanggal 17 Agustus. Namun, pengakuan Andi itu berbeda dengan keterangan Haryo, supir Andi, dan stafnya di KPU, Matnur.

Matnur menerangkan bahwa ia disuruh Andi untuk menyimpan surat nomor 112 . Surat itu tidak tertulis penambahan suara sehingga kursi seharusnya untuk Mastiriani Habie, caleg dari Partai Gerindra.

Selain keterangan Matnur, keterangan yang menyudutkan Andi juga disampaikan Wakil Kepala Biro KPU, Sigit Joyowardono. Sigit menerangkan, sebelum Andi berpamitan untuk keluar dari KPU, Andi menyerahkan file surat asli MK kepada Kepala Biro Hukum KPU, WS Santoso. Surat itu sudah sepengetahuan WS Santoso disimpan Andi.

Dalam rapat Pleno KPU pada 21 Agustus 2009 dan 2 September 2009, Andi juga diketahui membaca paparan kajian mengenai penambahan suara untuk Dewi Yasin Limpo dimana pembacaan pemaparan itu diduga berdasarkan surat palsu.

Comments are closed.