Hatta Rajasa Diperiksa KPK

Author - June 1, 2011

Hatta Rajasa Diperiksa KPKBerita Terbaru, Tadi pagi (1/6) sekitar pukul 07.30 WIB, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa telah mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebelumnya, Hatta Rajasa telah dipanggil oleh KPK untuk dimintai keterangan mengenai kasus hibah kereta listrik dari Jepang yang diduga adanya korupsi. Hatta memenuhi panggilan KPK dengan ditemani dua stafnya. Saat diwawancarai seusai pemeriksaan, sekitar pukul 09.15 WIB, Hatta menjelaskan bahwa kedatangannya ke KPK untuk memberikan penjelasan sesuai kewajiban warga negara terkait masalah hibah KRL dari Jepang.

Mengenai pertanyaan apa saja yang dilontarkan KPK terhadap Hatta, ia meminta untuk langsung menanyakannya kepada tim penyidik. Tak banyak bicara, Hatta langsung berpamitan untuk menghadiri sebuah acara peringatan Hari Pancasila. Sebelumnya, Hatta juga pernah dimintai keterangan sebagai saksi dalam kapasitas sebagai mantan Menteri Perhubungan. Sebelumnya ia juga pernah dimintai keterangan oleh KPK. Kala itu, Hatta mengaku tidak mengetahui pengadaan kereta listrik eks Jepang terindikasi korupsi. Sebab, saat pengadaan itu, dia sudah tidak lagi bertugas di Departemen Perhubungan. Sudah pindah ke Sesneg.

Indonesia merupakan satu-satunya negara yang sistem transportasi kereta rel listrik (KRL) yang sama dengan Jepang. Tahun 2004, melalui PT Kereta Api pemerintah membeli 16 unit KRL kepada Itocu Corporation Japan dengan harga 8 Juta Yen per unit KRL seri 103. Biaya tersebut termasuk angkut dan transaksi. Tahun 2005 PT KA kembali membeli 16 unit KRL seri 8000 pada Tokyu Corporation dengan harga yang sama.

Namun, 30 November 2006, ditandatangani kontrak pengangkutan 60 unit kereta tipe 5000 milik Tokyo Metro dan tipe 1000 milik Toyo Rapid hibah eks Jepang itu antara Satuan Kerja Pengembangan Sarana Kereta Api dengan Sumitomo Corporation. Kontrak tersebut menyebutkan nilai per unitnya mencapai 9,9 juta yen termasuk biaya angkut dan asuransinya.

Comments are closed.