IHSG Menguat Awal Maret Ini

Author - March 1, 2011

IHSG Menguat Awal Maret IniBerita Terbaru, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) pada Selasa (1/3) ditutup naik 42,27 poin (1,2%) ke 3.512,62. Volume perdagangan mencapai 3,9 miliar saham senilai Rp4,3 triliun.

Perdagangan diwarnai dengan 140 saham naik, 65 saham turun dan 100 sahan stagnan. Untuk Jakarta Islamic Index (JII) naik 5,9 poin ke 502,7 dan saham unggulan di LQ45 naik 8,7 poin ke 622,7. Sektor perkebunan naik 43,2 poin ke 2.021,7 disusul sektor industri dasar naik 26,7 poin ke 947,1.

Indeks sempat menyentuh level tertinggi di 3.513,47 dan telah menunjukan penguatan cukup kuat sejak pembukaan perdagangan tadi pagi. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp570,8 miliar dengan pembelian asing mencapai Rp1,9 triliun dan penjualan asing Rp1,3 triliun.

Head of Research PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, penguatan indeks hari ini dipicu angka inflasi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) jauh lebih rendah dari ekspektasi para analis 0,3-0,5%. Inflasi Februari 2011 di level 0,13% dibandingkan Januari 0,89% (month on month).

Menurutnya, inflasi Februari merupakan yang terendah dalam empat bulan terakhir. Ini menandakan, pergerakan inflasi tidak secepat seperti yang diperkirakan sebelumnya dan jadi kekhawatiran pelaku pasar. “Karena itu, saham-saham perbankan hari ini mengalami kenaikan pesat,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (1/3).

Di sisi lain, lanjut Satrio, lembaga pemeringkat Fitch Rating menaikkan outlook 7 perbankan jadi positif. Karena itu, harga saham-saham ketujuh bank tersebut mengalami kenaikan signifikan.

Ketujuh bank tersebut adalah PT Bank Mandiri (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Negara Indonesia (BBNI), PT Bank Central Asia (BBCA), PT Bank CIMB Niaga (BNGA), PT Bank OCBC NISP (NISP) dan PT Bank Internasional Indonesia (BNII).

Comments are closed.