Inilah 7 Pernyataan Marzuki Alie Yang Kontroversial

Author - August 2, 2011

HarianBerita – Ketua DPR RI Marzuki Alie memang menjadi sorotan saat ini. Ia kembali melontarkan dua pernyataan controversialnya soal ‘Pembubaran KPK’ dan ‘Pemaafan Koruptor’ beberapa hari lalu. Hasilnya politisi Partai Demokrat ini terus mendapatkan protes keras dari sejumlah kalangan baik didalam DPR maupun Ormas.

Sebenarnya ini bukan kali pertama Marzuki menuai kritik terkait pernyataan yang dilontarkannya sebagai pucuk pimpinan wakil rakyat di parlemen. Koalisi Masyarakat Sipil mencatat, ada tujuh pernyataan Marzuki yang kontroversial. Seperti dikutip dari pemberitaan kompas Senin 1/8/2011 berikut tujuh pernyataan Marzuki yang menjadi kontroversi di masyarakat luas.

1. Pernyataan soal nelayan yang menjadi korban tsunami Mentawai, Sumatera Barat, 27 Oktober 2010. “Ada pepatah, kalau takut ombak, jangan tinggal di pantai.”

2. Pernyataan soal sejumlah kasus yang menimpa TKW di luar negeri pada 26 Februari 2011. “PRT TKW itu membuat citra buruk, sebaiknya tidak kita kirim, karena memalukan.”

3. Menanggapi kritik tentang anggota DPR yang membawa istri saat kunjungan kerja. Ini diungkapkannya pada 17 Februari 2011. “Laki-laki sifatnya macam-macam. Ya perlu diurus untuk minum obat atau pingin hubungan rutin dengan istrinya. Itu terserah. Sepanjang tidak menggunakan uang negara,”

4. Mengomentari rencana pembangunan Gedung baru DPR, 9 Mei 2011. Menurutnya, rakyat tidak perlu dilibatkan. “DPR ini bukan ngurusin gedung, tapi rakyat. Kalau saudara-saudara tanya soal gedung terus, DPR tak ada lagi, ngurusin gedung aja.”

5. Menanggapi hama ulat bulu di Pulau Jawa, 13 April 2011. “Saya dengar ulat bulu sampai ke Jakarta. Itu peringatan Tuhan.”

6. Soal memaafkan koruptor, 29 Juli 2011. “Jadi kita maafkan semuanya. Capek kita ngurusin masa lalu terus.” Ini diungkapkannya pada 29 Juli 2011.

7. Terakhir, mengenai keterlibatan petinggi KPK yang diduga terlibat skandal. “Kalau tudingan Nazaruddin terbukti, sebaiknya KPK bedol desa atau lembaga dibubarkan saja.” Pernyataan ini juga diungkapkan pada 29 Juli 2011.

Comments are closed.