Inilah Nama-Nama Yang Disebutkan El Idris Yang Akan Diperiksa KPK

Author - July 15, 2011

HarianBerita – Manajer Marketing PT Duta Graha Indah, Mohammad El Idris telah membeberkan kemana saja aliran dana suap pembangunan wisma atlet di Palembang diberikan. Dari pembeberan itu El Idris menyebutkan sejumlah nama-nama, termasuk M Nazaruddin yang saat ini diketahui masih berada di Singapura.

Rencananya hari ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memeriksa sejumlah nama-nama tersebut. Seperti yang diberitakan detik Jumat 15/7/2011, KPK diagendakan akan memeriksa Fazadi Abdanie, PNS pada Dinas PU Cipta Karya. Di dakwaan El Idris, Fazadi yang menjabat sebagai Asisten Pelaksana mendapat cipratan uang sebesar Rp 20 juta.

Selain Fazadi, KPK juga akan memeriksa Rusmadi, Teguh Kurniawan dan Idrus Fatah. Semuanya juga akan diperiksa sebagai saksi.

Untuk lebih jelasnya berikut nama-nama yang disebutkan mendapatkan fee :

1. Muhammad Nazaruddin (anggota DPR RI) sejumlah 13 % (tiga belas persen);
2. Gubernur Sumsel sejumlah 2,5% (dua koma lima persen);
3. Komite Pembangunan Wisma Atlet sejumlah 2,5% (dua koma lima persen);
4. Panitia Pengadaan sejumlah 0,5% (nol koma lima persen);
5. Sesmenpora (Wafid Muharam) sejumlah 2% (dua persen).

1. Rizal Abdullah selaku Ketua Komite Pembangunan Wisma Atlet uang senilai Rp 400.000.000,- (empat ratus juta rupiah).
2. Musni Wijaya(Sekretaris Komite) sejumlah Rp 80.000.000,- (delapan puluh juta rupiah).
3. Amir Faizol (Bendahara Komite) sejumlah Rp 30.000.000,- (tiga puluh juta rupiah).
4. Aminuddin (Asisten Perencanaan) sejumlah Rp 30.000.000,- (tiga puluh juta rupiah).
5. Irhamni (Asisten Administrasi dan Keuangan) sejumlah Rp 20.000.000,- (dua puluh juta rupiah).
6. Fazadi Abdanie (Asisten Pelaksana)sejumlah Rp 20.000.000 (dua puluh juta rupiah).
7. M Arifin (ketua Panitia) sejumlah Rp 50.000.000,- (lima puluhjuta rupiah).
8. Para anggota panitia yaitu Sahupi sejumlah Rp 25.000.000,- (dua puluh lima juta rupiah), Anwar sejumlah Rp. 25.000.000,- (dua puluh lima juta rupiah), Rusmadi sejumlah Rp 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah), Sudarto sejumlah Rp. 25.000.000,- (dua puluh lima juta rupiah), Darmayanti sejumlah Rp 25.000.000,- (dua puluh lima juta rupiah), Heri Melta sejumlah Rp. 25.000.000,- (dua puluh lima juta rupiah)

Comments are closed.