Istri Jenderal Polisi Berharap Kasus Dugaan Penganiayaan Diusut

Author - May 25, 2012

Istri Jenderal Polisi Berharap Kasus Dugaan Penganiayaan Diusut, Agnes Monita berharap kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan suaminya Brigjen Pol Yuskam Noer diusut. Dia mengakui bahwa dia mengadukan kasus ini ke Polri agar anak-anaknya bisa tenang. Selama ini mereka mendapat perlakukan kekerasan dengan polisi.

“kata Agnes, sebenarnya Agnes masih sayang sama dia, tetapi yang agnes sesalkan adalah, kalau pun dia harus berseteru dengan saya, janganlah anak dijadikan korban. Biar dia berurusan dengan saya. Kalau memang ingin pisah, pisahlah dengan baik-baik, jangan menggantung sampai saya. Selama ini saya tidak diberikan nafkah sama dia, tetapi tidak jadi masalah, karena saya masih bisa mencari nafkah sendiri.

Agnes yang menikah dengan Yuskam pada 1997, masih belum belum dicerai. Status dia digantung oleh suaminya itu. Dia pun menegaskan, bahwa anak-anaknya yang sekarang harus ikut bersamanya bukan dia ambil paksa, tetapi anaknya memang ikut bersama dia. Apalagi status mereka belum cerai dan belum ada keputusan soal anaknya.

Wanita yang dahulu pernah menjadi model ini menjelaskan, kini dia memiliki usaha sendiri. Sejak tahun 2004 sudah tidak dinafkahi lagi. Jadi dia tidak akan jadi masalah meskipun tidak dikasih nafkah sama suaminya, karena dia masih bisa usaha sendiri.

Sementara kedua anaknya itu yang ikut mengaku, kerap mendapat perlakuan kasar. Kalau sedikit melakukan kesalahan, selalu ada tindakan keras terhadap anaknya.

“Masalah kecil digede-gedein gitu, padahal kayak lupa matiin lampu, lupa nyimpan susu di kulkas langsung dimarahin, dipukul. Kalau aku dijambak, kalau dia (Alif 14 tahun) itu ditonjok atau nggak ditendang,” kata Batasya (12) yang ikut bersama Agnes.

Mereka juga memberikan pistol milik suaminya ke Bareskrim Polri. Pistol itu diambil anaknya Alif. “Demi Allah saya tidak memikirkan harta gono gini, saya hanya memikirkan hak perwalian anak saya,” tutur Agnes.

Tetapi sebelumnya Brigjen Pol Yuskam Noer membantah melakukan penganiayaan. Dia pun sangat sayang pada anaknya, jadi tidak mungkin dia menyakitinya.

Jadi semua itu bulsit, semua perlakuan dia bohong, sebenarnya dia itu mau mengambil anak-anak, pak Yuskam Noer sangat kecewa sama dia, dengan perlakuan terhadap anak-anaknya, pak Yuskam Noer juga sangat kasihan kepada anak-anaknya yang masih sekolah. Dia selalu memaksa untuk pergi.

Istri Jenderal Polisi Berharap Kasus Dugaan Penganiayaan Diusut

Comments are closed.