Juara Piala Asia 2011

Author - January 31, 2011

Juara Piala Asia 2011Berita Terbaru, Pertandingan final memperebutkan piala Asia 2011 antara Jepang melawan Australia pada malam tadi (29/1/2011), sepertinya hanya menjadi impian bagi tim ‘The Socceros’ Australia untuk menggeser sejarah Jepang sebagai juara piala Asia selama 3 kali berturut-turut. Setelah bermain imbang pada 90 menit pertandingan, akhirnya pada babak perpanjangan waktu, tepatnya pada menit ke-109, Jepang berhasil merobek gawang Australia. Angka tersebut sekaligus membawa Jepang menjadi juara Piala Asia 2011 dan menjadi sejarah bagi Jepang yang menjadi juara Asia selama empat kali berturut-turut.

Jepang sebenarnya bermain sedikit di bawah tekanan Australia sepanjang pertandingan. Justru Australia yang terlihat lebih berpeluang menciptakan gol pada malam tadi. Namun, berkat sang kiper Jepang, Eji Kawashima yang juga menjadi man of the match, berhasil membuang peluang-peluang Australia untuk mencuri angka dari Jepang. Gol kemenangan Jepang diciptakan oleh Striker Tadanari Lee pada menit ke-109. Pemain keturunan Korea Selatan yang masuk pada menit ke-98 itu, membuat para pemain Australia kecewa setelah berhasil memasukkan bola ke gawang Australia.

Tadanari Lee mencetak gol melalui tendangan voli usai menerima umpan cemerlang dari Yuto Nagatomo. Dengan begitu, Australia gagal untuk menjadi Juara Piala Asia untuk pertama kalinya.

Jalannya Pertandingan

Pertandingan babak pertama berjalan dengan menarik. Kedua tim sama-sama menerapkan formasi menyerang, namun disitu Australia terlihat lebih mendominasi permainan dengan banyak melakukan serangan. Namun, hingga akhir babak pertandingan pertama usai, kedua tim belum mampu untuk meraih keunggulan.

Menit ke-24, sebuah sundulan Harry Kewell yang memanfaatkan umpan dari Tim Cahill masih mampu ditepis oleh kiper Jepang, Eji Kawashima dengan gemilang. Selang waktu tujuh menit, Harry Kewell mencoba memanfaatkan peluang lewat tendangan keras. Namun, arah bola masih menyamping ke luar gawang Jepang. Di awal babak kedua, tepatnya pada menit ke-48, Australia mengklaim bola hasil tendangan Kewell yang sempat mengenai mistar gawang yang dianggap sudah melewati garis dalam gawang. Namun, dalam tayangan ulang, bola tersebut belum melewati garis gawang.

Peluang Jepang melalui tendangan Keisuke Honda pada menit ke-61 masih lemah dan dengan mudah diantisipasi kiper Mark Schwarzer. Lima menit kemudian giliran sundulan Shinji Okazaki yang melebar.

Kewell kembali mendapat peluang emas yang seharusnya bisa menjadi gol menit ke-72. Tinggal berhadapan dengan Kawashima, mantan pemain Liverpool itu melepaskan tendangan keras yang dengan gemilang diblok Kawashima dengan kaki.

Pertandingan harus berlanjut ke babak tambahan setelah kedua tim gagal mencetak gol hingga 90 menit waktu normal.

Striker pengganti Robbie Kruse yang masuk menit ke-103 menggantikan Kewell hampir menjadi pahlawan bagi Australia ketika sundulannya mengarah ke pojok kanan atas gawang Jepang. Lagi-lagi Kawashima melakukan penyelamatan gemilang.

Menit ke-109 justru Jepang yang membuat pertahanan Australia tercengang ketika striker pengganti Tadanari Lee mencetak gol kemenangan. Lee mencetak gol indah melalui tendangan voli usai menerima umpan Nagatomo.

Comments are closed.