Kerajinan Bali Masih Diminati Konsumen Jepang

Author - July 20, 2012

Kerajinan Bali Masih Diminati Konsumen Jepang, Pengusaha aneka kerajinan Bali masih tetap mengirimkan mata dagangan bernilai seni untuk memenuhi permintaan konsumen Jepang, meski masyarakat negeri itu mengalami krisis ekonomi sebagai dampak dari bencana alam.

“Kami masih mengirimkan aneka kerajinan ke Jepang, namun jumlahnya tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya,” kata Pengusha sekaligus eksportir barang kerajinan Bali, Made Sudana di tempat usahanya di Gianyar, Jumat (20/7/2012).

Perajin tetap mampu memproduksi aneka barang kerajinan dalam bentuk yang praktis dan mudah dibawa serta memiliki banyak manfaat guna memenuhi permintaan pangsa pasar luar negeri, khususnya konsumen Negeri Matahari Terbit itu.

Ia mengatakan, tas kain berwarna warni yang dibuat dari bahan baku limbah oleh pengusaha garmen mampu menghasilkan mata dagangan cukup menarik dan laku keras di pasaran Jepang, karena dinilai sangat praktis pemanfaatannya.

Usaha kerajinan yang dimilikinya, punya perancang dan memproduksi mata dagangan jenis baru tersebut, ternyata mendapat pasaran yang baik dari kalangan anak-anak muda di Jepang sebagai barang cendra mata yang bermanfaat.

Mata dagangan dibuat sesuai pesanan yang diterima ikut memperbesar perdagangan hasil usaha industri kecil dan kerajinan Bali sehingga mampu tetap ada saja aneka kerajinan yang dikapalkan ke Jepang hingga awal 2012.

Ia yang memiliki bengkel kerja di kawasan wisata Mas – Ubud tetap bergairah berproduksi karena pesanan dari pebisnis luar negeri terutama dari Jepang, jumlahnya agak lumayan walau ada krisis ekonomi menimpa negeri itu.

Kepala Seksi Ekspor Disperindag Bali, Putu Bagiada SE, membenarkan masih banyak realisasi ekspor nonmigas ke negeri Sakura walau pun jumlahnya sedikit berkurang dari tahun-tahun sebelumnya, tetapi masih lancar.

“Perolehan devisa aneka kerajinan dan nonmigas Bali lainnya ke Jepang bernilai 30,2 juta dolar AS selama Januari-Mei 2012, atau rata-rata enam juta dolar setiap bulan, berkurang jika dibandingkan tahun lalu yang mencapai rata-rata 7,5 juta per bulan,” kata Bagiada.

Bagiada mengatakan, konsumen Jepang menginginkan barang yang bermanfaat dan bentuknya praktis, dan perajin Bali mampu memenuhi permintaan tersebut, maka hasil ekspornya masih lancar walau jumlahnya agak berkurang.

Kerajinan Bali Masih Diminati Konsumen Jepang

Comments are closed.