Kerusuhan Dago, Tokoh Sunda Minta Pertanggungjawaban Polisi

Author - July 19, 2011

HarianBerita – Puluhan tokoh persatuan masyarakat sunda atau inohong sunda yang tergabung Forum Wargi Bandung rencananya akan mendatangi Markas Polda Jabar di Jalan Soekarno Hatta hari Selasa 19/7/2011. Kedatangan ini menyangkut kericuhan yang terjadi di SMAK Dago pada Senin 18/7/2011.

“Kami inginmenanyakan berbagai hal seputar kejadian kemarin. Kami meminta pertanggungjawaban polisi” ujar Memet Hamdan, Ketua Badan Musyawarah Sunda.

Mereka mempertanyakan sikap polisi yang tidak mengamankan satu orang pun dalam kejadian tersebut. Padahal jelas-jelas kejadian tersebut telah membuat resah warga bahkan hingga adanya korban dan kerugian materi.

“Kami meminta Kapolda dan Polrestabes Bandung untuk menyelesaikan kasus ini. Kami tidak ingin Bandung jadi kacau. Kami ingin mempertahankan Bandung yang tentram bagi siapapun juga. Kami tak mau kota dikotori oleh ambisi pribadi hingga berujung anarkis,” jelas Memet seperti dikutip dari pemberitaan detik, Selasa 19/7/2011.

Sekitar pukul 14.00 WIB, 30an orang pun sudah bergerak menuju Mapolda Jabar. Termasuk Memet Hamdan dan Tjetje Padmadinata.

Sebelumnya, terjadi bentrokan antara dua kubu yang memperebutkan lahan SMAK Dago pada Senin 18/7/2011. Insiden ini melukai beberapa orang dan menghancurkan satu mobil azanva.

Comments are closed.