Keuntungan Bisnis Sabu-Sabu

Author - June 26, 2010

Keuntungan Bisnis Sabu-Sabu. Berita terkini, Iran merupakan negara terbesar penyelundup narkotika jenis sabu-sabu ke Indonesia. Harga narkoba jenis sintesa di negera itu lebih murah dan akan menjadi sang mahal saat dijual di Indonesia.

Keuntungan Bisnis Sabu-Sabu

Warga negera Iran lebih suka menyelundupkan narkoba ke Indonesia karena harganya akan melonjak hingga 4000 persen.

Menurut Menurut Kepala Badan Narkotika Nasional Komisaris Jenderal Gories Mere, harga 1 kilo gram sabu di Indonesia bisa mencapai Rp 2 miliar. Padahal di Iran harganya hanya Rp 100 juta.

” Jadi 2000 persen keuntungan diperoleh di Indonesia, bahkan sebulan terakhir ini harga di Iran turun menjadi Rp 50 juta,”  ujarnya usai mengikuti acara Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional di Monas Jakarta, Sabtu 26 Juni 2010.

Meski pelaku penyelundup ini banyak ditangkap, namun mereka terus mengembangkan berbagai modus dan cara untuk memasukan barang laknat itu  ke Indonesia. Seperti menggunakan kaki palsu yang diisi dengan sabu-sabu, menggunakan kursi roda yang di taruh dalam tas.

Selain berasal dari Iran, beberapa penyelundup yang menjadi pemasok narkoba ke Indonesia berasal dari Malaysia, Thailand, dan Kamboja.

Berdasarkan survei BNN, jumlah pencandu Narkotika pada 2008 sebesar 3,3 juta atau 1,99 persen dari penduduk Indonesia. Narkotika yang paling banyak disukai adalah jenis narkotika sintesa khususnya sabu-sabu. Bahkan pengguna narkotika jenis ini meningkat 33 persen.

Data menunjukkan pemakai narkotika jenis ini mulai umur 13 tahun hingga 49 tahun. Paling banyak pada usia 29 tahun. Dalam UU NO 35/2009 memungkinkan untuk menjatuhkan hukuman mati bagi para pemilik narkotika sintesa yang menyimpan lebih dari 5 gram narkoba.

Comments are closed.