Kisah Sedih Piala Dunia

Author - July 6, 2010

Kisah Sedih Piala Dunia, Berita terbaru, Joel Pelle, seorang pria asal Hebron di utara Pretoria, harus menerima kenyataan pahit menjadi buta sejak Januari 2008 lalu akibat meningitis.

Tapi ia masih berharap untuk menyaksikan Piala Dunia 2010, pesta sepak bola yang sudah berada di depan mata dan mungkin tidak akan terulang lagi seumur hidupnya.

Tapi masih ada yang tega mengambil keuntungan dari pria malang ini dengan menjanjikan untuk membuat Pelle bisa melihat kembali asal membayar 4.000 rand (Rp4,8 juta). Ia dijanjikan perawatan yang hanya butuh waktu tiga jam di Zimbabwe.

Ternyata janji tersebut janji palsu dan bukannya mendapat perawatan, Pelle malah kemudian ditinggalkan begitu saja di sebuah jalan yang sibuk di Pienarsrivier di Pretoria. Uang dan telpon genggamnya dibawa kabur dan tinggalah Pelle seorang diri yang hanya bisa menangis meratapi nasib.

“Ada orang yang berjanji bahwa saya bisa melihat lagi saat itu juga, sehingga saya bisa melihat pertandingan sepak bola Piala Dunia. Ternyata mereka mengincar uang saya. Kata mereka, yang saya perlukan hanyalah paspor dan uang 4.000 rand,” kata pria berusia 35 tahun itu kepada harian Sowetan.

Menurut Pelle, harapannya untuk bisa melihat, kembali menyala sekitar sebulan lalu ketika seorang pria asal Zimbabwe yang hanya dikenalnya dengan nama “Manford”, mengatakan bahwa di negaranya ada pengobatan tradisional yang bisa mengembalikan penglihatan.

Keinginan yang begitu besar untuk menyaksikan pertandingan Piala Dunia membuatnya mengikuti begitu saja perkataan “Manford”, sehingga ia pun mengurus pasport yang sudah disetujui sejak Senin lalu.

“Kami berangkat kemarin pagi sesuai rencana, tapi ia mengubah perjalanan saat tiba di Marabastad, dimana kami seharusnya naik taksi ke Zimbabwe. Kami kemudian bergabung dengan pria lainnya, tapi saya tidak mengerti perkataan mereka karena mereka berbicara dalam bahasa Portugal,” kata Pelle.

“Menurut mereka, taksi ke Zimbabwe sangat mahal, sehingga kami berangkat ke Pienarsrivier dengan harapan bisa mendapat tumpangan ke Zimbabwe,” katanya.

Tapi yang terjadi kemudian, Pelle malah ditinggal begitu saja di tepi jalan.

“Saya tidak tahu berada dimana. Saya sangat takut, kedinginan dan marah. Saya mencoba berjalan, tapi hampir ditabrak mobil karena tersandung di jalan. Seorang pengendara sepeda motor meneriaki saya sambil marah, tapi ia hanya memindahkan saya dari jalan ketika saya beritahu bahwa saya buta,” kata pria yang mengaku ayah dari tiga anak itu.

Seseorang kemudian menuntun Pelle ke telpon umum untuk menghubungi adiknya, Michael.

Menurut Michael, abangnya tersebut tidak bisa menerima kenyataan bahwa ia sudah tidak bisa lagi melihat dunia akibat penyakit yang dideritanya.

“Kami sudah keluar uang banyak karena ia selalu datang dengan cerita bahwa ada orang yang bisa mengembalikan penglihatannya, namun itu tidak pernah terjadi” kata Michael.

Comments are closed.