Konsol Game Android Raup Sumbangan Rp 35 Miliar

Author - July 13, 2012

Konsol Game Android Raup Sumbangan Rp 35 Miliar, Konsol game berbasis sistem operasi Android, Ouya, tampaknya selangkah lagi menjadi kenyataan. Dukungan untuk perangkat itu di Kickstarter sudah jauh melampaui target awal.

Ouya telah meraup sumbangan hingga 3,7 juta dollar AS (sekitar Rp 35 miliar) melalui layanan crowdfunding Kickstarter. Ini melampaui target semula 950.000 dollar AS (sekitar Rp 8,9 miliar).

Seperti bisa dilihat di halaman Kickstarter mereka, hingga tanggal 12 Juli pukul 14.15 WIB sudah mengumpulkan 3.745.515 dollar dari 29.359 pendukungnya.

Padahal, masa untuk mengumpulkan sumbangan masih terbuka lebar yakni 27 hari lagi menjelang dana cair pada 9 Agustus mendatang. Satu hal yang mengagumkan, permohonan crowdfunding sebanyak 950.000 dollar langsung tercapai delapan jam sejak diunggah 9 Juli.

Apakah Ouya itu?

Konsol yang dilafalkan seperti “Ow Yeah” menurut Julie Uhrman, orang di belakang ide besar ini, adalah penggabungan antara tren mobile gaming dengan bermain game di depan TV.

Melihat tren saat ini, sistem operasi open source Android pun menjadi jawabannya. Harga yang bakal dipatok bila nanti diluncurkan adalah 99 dollar.

Berdasarkan pemaparannya di halaman Kickstarter, Uhrman mengungkapkan bahwa tren bermain game saat ini kebanyakan dimainkan di gadget yang ada di tangan.

Tren mobile gaming meningkat karena lebih mudah dilakukan ketimbang game untuk konsol yang membutuhkan sumber daya dan pendanaan yang jauh lebih besar.

Namun di sisi lain, Uhrman menginginkan agar pemain mobile game itu tetap bisa merasakan pengalaman yang lebih sewaktu bermain di depan layar televisi di rumah masing-masing.

Untuk menjembatani dua hal tersebut, proyek Ouya pun digagas yakni konsol dengan sistem operasi Android yang bisa memainkan game Android di layar televisi ukuran besar.

Dengan demikian, Ouya diharapkan menjadi kanal baru pengembangan game mobile bagi platform Android. Pemain bisa menikmati game unggulan Android di layar TV seperti Canabalt, Shadowgun, atau Dead Trigger.

Spesifikasi sementara yang dirilis, Ouya bakal memiliki prosesor Tegra3 Quad Core, RAM 1 gigabit, 8 Gb Internal flash storage, koneksi HDMI dengan resolusi 1080p, WiFi 802.11 b/g/n, Bluetooth LE 4.0, satu lubang colokan USB 2.0, kontroler nirkabel, dengan sistem operasi Android 4.0.

Tidak sekadar mencomot game Android untuk dimainkan ke televisi, Ouya nantinya juga membuka peluang bagi modder untuk mengutak-atik konsol mereka.

Seperti halnya sistem operasi di smartphone, Ouya juga terbuka untuk di-root bahkan modifikasi fisik untuk dipasangi alat lain melalui USB atau koneksi Bluetooth.

Beberapa rekomendasi dari pengembang game indie pun tercantum dalam halaman Kickstarter milik Ouya. Sebut saja Adam Saltsman, pembuat game Canabalt, yang mengaku bersemangat dengan ide pembuatan konsol yang terjangkau dan open source.

Begitu pula pengembang game Minecraft, Mojang, yang bakal memantau perkembangan Ouya dan siap bergabung bila melihat peluang yang muncul untuk turut berkecimpung.

Konsol Game Android Raup Sumbangan Rp 35 Miliar

Comments are closed.