Merapi Mengancam Lagi

Merapi Mengancam Lagi

Merapi Mengancam Lagi. Berita terbaru, BPPTK Yogyakarta masih kesulitan memperkirakan kapan erupsi Gunung Merapi akan terjadi. Pasalnya, aktifitas Gunung Merapi cenderung fluktuatif. Hari ini aktifitas bisa meningkat namun besok bisa kembali turun.
Merapi Mengancam Lagi
Hal ini diketahui berdasarkan data yang tercatat di pos pengamatan Merapi, Pos Ngepos, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang. Aktivitas vulkanik Merapi bahkan cenderung menurun dibanding sehari sebelumnya.

Pada Senin (18/10), terjadi gempa vulkanik B (dangkal, red) sebanyak 8 kali namun gempa vulkanik A (dalam) justru tidak ada. Untuk gempa multiphase terjadi sebanyak 75 kali dan guguran lava pijar 13 kali.

“Aktifitas ini menurun dibanding Minggu kemarin. Kemarin, gempa vulkanik dalam mencapai 14 kali, dangkal 43 kali, multiphase 367 kali dan guguran lava mencapai 60 kali. Asap sulfatara putih tebal juga mencapai ketinggian 420 meter ke arah selatan,” kata petugas Pos Ngepos Retiyo, Senin (18/10).

Retiyo menegaskan bahwa data tersebut masih bersifat sementara. Artinya, setiap saat bisa terjadi perubahan karena perkembangan aktifitas berlangsung dinamis. Selain itu, akhir-akhir ini puncak Merapi juga lebih sering tertutup kabut tebal. Hal ini menyulitkan pengamatan secara visual.

Hujan deras juga mengguyur puncak Merapi dalam beberapa hari terakhir. Hal ini bisa melarutkan material vulkanik Merapi tahun 2006. “Hari ini ketinggian asap solfatara turun menjadi hanya 160 meter,” kata dia.

Menurut Retiyo sejauh ini jalur pendakian Gunung Merapi masih diperbolehkan namun hanya untuk pendaki profesional. Para pendaki juga harus mendapatkan ijin dari petugas di Pos Babadan, Magelang dan Pos Selo di Boyolali.

Sementara itu, untuk melakukan evakuasi warga yang tinggal di lereng Gunung Merapi Dinas Perhubungan (Dinhub) Kabupaten Magelang menyiapkan 750 armada. Armada juga akan digunakan untuk tim medis dan tim SAR.

Menurut Kepala Dinhub Ismu Kuswandari Ssos jumlah armada ini masih bersifat tentatif. Artinya jika pada pelaksanaan di lapangan masih kurang maka pihaknya siap menambah jumlah armada. “Bila memang kurang kita siap menambahnya lagi. Prioritas kami adalah melakukan evakuasi secepat mungkin sehingga kemungkinan jatuhnya korban jiwa bisa ditekan,” kata Ismu.