Money Politic, Mencetak Penjahat Jadi Pejabat

Money Politic, Mencetak Penjahat Jadi PejabatBerita Terbaru, Memberantas tindak korupsi di Indonesia, bukanlah hal yang mudah. Banyaknya pejabat yang menjadi koruptor disebabkan akibat dari maraknya praktik politik uang dalam pemilihan kepala daerah.

Menurut Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bibit Samad Riyanto, sistem politik kita yang sarat money politic menjadikan pemberantasan korupsi semakin sulit dilakukan.

Bibit mengungkapkan, adanya praktik politik uang menyebabkan masyarakat diajarkan pragmatisme dalam memilih kepala daerah. Padahal, kepala daerah yang terpilih karena politik uang tersebut besar kemungkinan menjadi koruptor karena ingin mengembalikan uang yang dikeluarkannya saat pemilihan.

Niatnya ingin berbakti pada Negara, ingin memberantas dan menghilangkan korupsi di Indonesia. Namun kenyataannya bahwa tindak korupsi di Indonesia bukan hal yang mudah untuk diberantas.

Bibit mengakui, selama tiga tahun menjadi wakil pimpinan KPK, korupsi di Indonesia terus terjadi secara sistematik dan meluas ke semua sektor. Akibat yang ditumbulkannya tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga hak sosial ekonomi masyarakat.

Menurut Bibit, korupsi merupakan kejahatan luar biasa sehingga pemberantasannya pun juga harus dilakukan secara luar biasa. Korupsi masih marak dan masif di masyarakat karena korupsi dianggap hal biasa. Mulai dari pengurusan KTP hingga SIM sudah ada praktik korupsi.

Maraknya praktik korupsi tersebut ditandai dengan banyaknya jumlah pengaduan masyarakat ke KPK. KPK mencatat 48.206 pengaduan masyarakat yang berasal dari hampir setiap strata sosial yang masuk ke KPK.

Comments are closed.