Parkir Liar dan Pengamanan Ala Preman

Author - June 6, 2012

Parkir Liar dan Pengamanan Ala Preman,JAKARTA, Parkir liar sampai saat ini masih cukup marak di Jakarta. Jenis pengamanan seperti ini bisa masuk kategori premanisme karena hanya mengandalkan jasa keamanan tanpa adanya asuransi.

Jadi bisa dikatakan sebagai bentuk premanisme. Yang namanya parkir ada transaksi, ada asuransi, ada yang memberikan kenyamanan lahan resmi dan kontribusi jelas kemana.

Yayat menilai juru parkir liar selama ini tidak mempedulikan pelanggaran lalu lintas dan membuat kemacetan. Dia juga mempertanyakan mengenai tanggung jawab juru parkir yang tidak memiliki izin resmi itu terhadap kendaraan yang dijaganya.

Keberadaan mereka tidak mempedulikan melanggar lalu lintas, atau membuat kemacetan
yang menjadi pertanyaan apakah dia bertanggung jawab, tetapi halnya itu mereka tidak bertangung jawab sama sekali.

Selain itu, Yayat mengatakan keberadaan parkir liar merugikan masyarakat. Hal itu disebabkan karena, juru parkir liar menggunakan lahan yang merupakan lahan milik publik. Artinya parkir liar merugikan, sementara uang tidak masuk ke kas pemerintah ini kan transaksi suka sama suka dimana ada orang yang membutuhkan jasanya dan mereka menyediakan, jadi suka-suka yang mengatur.

Kegiatan ekonomi yang tidak terencana jadi kegiatan tidak rencana akan menimbulkan sektor informal baru yang tidak jelas kalau tidak direncanakan tanpa aspek tata kota menimbulkan kegiatan informal baru lebih banyak memberi kerugian bukan urusan mereka itu.

Seperti diberitakan sebelumnya Polsek Jatinegara menangkap 5 orang juru parkir liar atau biasa disebut ‘Pak Ogah’ yang sering beroperasi di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur, karena mereka dianggap meresahkan. dari hasil penangkapan Polsek Jatinegara akan kembali melakuakn operasi penertiban penyakit masyarakat.

Ulah mereka sangat meresahkan bagi masyarakat kawasan kampung melayu, dan penangkapan Polsek Jatinegara akan segera melakukannya kembali.

Parkir Liar dan Pengamanan Ala Preman

Comments are closed.