Parlemen Iran Minta Otak Demonstrasi Dihukum Mati

Author - February 16, 2011

Parlemen Iran Minta Otak Demonstrasi Dihukum MatiBerita Terbaru, Sejumlah dewan majelis di Iran menuntut hukuman mati atas dua tokoh oposisi yang diduga sebagai otak demonstrasi di Iran, Hossein Moussavi dan Mehdi Karroubi. Aksi yang terjadi selama dua hari, 14-15 Februari 2011 itu, diwarnai dengan aksi bentrok antara demonstran dengan petugas keamanan sehingga menewaskan dua orang dan melukai puluhan lainnya. Para anggota majelis meminta kepada petugas keamanan setempat untuk segera mencari dan menangkap para pemimpin oposisi yang membuat ulah.

Pada rekaman video yang ditayangkan oleh Press TV, terlihat para anggota parlemen meneriakkan tuntutan hukuman mati bagi kedua tokoh oposisi tersebut. “Moussavi dan Karrubi harus dihukum mati! Hukum mati Moussavi! Hukum mati Karrubi!” ujar para anggota parlemen Iran. Moussavi dan Karroubi merupakan penantang Mahmoud Ahmadinejad pada pemilu presiden 2009.

Kedua tokoh itu menilai pemilu yang dimenangkan Ahmadinejad sarat dengan kecurangan. Mereka sejak Selasa kemarin menjalani tahanan rumah.

Beberapa anggota parlemen juga menuntut mantan Presiden Iran, Mohammad Khatami, untuk dieksekusi mati. Tidak jelas apa andil Khatami dalam demonstrasi itu.

Khatami adalah presiden Iran sebelum Ahmadinejad. Dia merupakan seorang yang moderat dan mendukung kebebasan berekspresi dan toleransi serta mendorong pasar bebas selama memerintah Iran pada 1997-2005. Khatami juga merupakan pendukung gerakan oposisi yang berdemo pada 2009.

Iran tidak segan-segan mengeksekusi mati para tahanan. Menurut laporan PBB, pada bulan Januari saja, sebanyak 66 tahanan telah dihukum mati oleh pengadilan Iran. Kebanyakan adalah para pedagang narkoba, namun sedikitnya tiga orang tahanan politik telah dieksekusi pada awal tahun.

Comments are closed.