Pemerintah Berupaya Pulangkan Jenazah Ruyati

Pemerintah Berupaya Pulangkan Jenazah RuyatiBerita Terbaru, Keluarga Ruyati binti Satubi, korban qishas di Arab Saudi, berharap jenazah Ruyati dapat dibawa pulang ke Indonesia. Namun sampai saat ini belum ada kepastian apakah jenazah Ruyati bisa dibawa pulang atau tidak.

Menurut aturan hukum di Arab Saudi mengharuskan jenazah korban qishas dimakamkan di Arab Saudi, namun pemerintah akan tetap berupaya agar jenazah Ruyati dapat dibawa pulang dan dimakamkan di Indonesia.

Juru Bicara Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dita Indah Sari mengatakan bahwa aturan hukum di Arab Saudi sudah jelas, jenazah qishas tidak dapat dipulangkan. Namun, lanjut Dita, kemungkinan selalu ada sehingga upaya tetap harus dijalankan. Dan, jika ini benar-benar tidak mungkin maka salah satu anggota keluarga almarhumah yang akan diberangkatkan ke sana untuk menjenguk tempat peristirahatan Ruyati.

Ahli waris Ruyati hari ini menerima santunan dari Pemerintah senilai Rp 97 juta. Santunan tersebut terdiri dari santunan kematian asuransi, uang duka dari PPTKIS, Kemennakertrans, dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI).

Dita menyadari, bagaimanapun juga uang tidak bisa menggantikan nyawa yang telah pergi. “Namun, sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian, hal ini tetap kami tuntaskan,” ujar Dita.

Masyarakat Indonesia mengharapkan agar kasus pemancungan atau eksekusi mati tidak terulang lagi di masa mendatang karena menyangkut nyawa orang.

Comments are closed.