Perompak Somalia Bebaskan Para Sandera Sinar Kudus

Author - May 2, 2011

Perompak Somalia Bebaskan Para Sandera Sinar KudusBerita Terbaru, Setelah disandera sejak 16 Maret 2011 oleh para perompak Somalia, akhirnya sebanyak 20 awak kapal KM Sinar Kudus yang bergerak di perusahaan PT Samudera Indonesia Tbk, dipastikan telah bebas setelah membayar uang tebusan kepada para perompak Somalia sesuai dengan kesepakatan sebelumnya. Dengan mengutamakan keselamatan awak kapal, maka satu-satunya jalan adalah mengikuti keinginan para perompak yakni menggantinya dengan sejumlah uang tebusan. Mengenai kesepakatan uang yang diberikan kepada perompak, Laksamana Muda Iskandar Sitompul selaku Kepala Pusat Penerangan Hukum TNI, tidak dapat menjelaskannya secara rinci. Namun yang pasti, uang tebusan tersebut jauh lebih sedikit dari perkiraan yang beredar.

Sitompul mengatakan, operasi militer tidak dilakukan karena perompak menempatkan sandera dalam beberapa kapal terpisah. “Sandera ditahan secara terpisah, tidak berada di satu kapal yang sama. Jadi kalau kita melakukan operasi militer maka bisa jadi cuma tiga yang selamat,” katanya. Upaya pembebasan sandera dilakukan sejak dua hari penyanderaan terjadi. Sejak 18 Maret 2011, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan rapat kabinet untuk membahas langkah-langkah menangani pembajakan kapal tersebut.

Lima hari kemudian, sejumlah personel TNI diberangkatkan merapat ke lokasi penyanderaan. “Bukan mau merahasiakan, tapi supaya semua berjalan baik,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum TNI, Laksamana Muda Iskandar Sitompul di Kantor PT Samudera Indonesia Tbk, Minggu, 1 Mei 2011.

Pada 1 Mei pukul 06.00 waktu setempat, KRI AHP dan KRI YOS sebagai satuan tugas Duta Samudera I/2011 dari Kolinlamil Tanjung Priok tiba diperairan Somalia. Berjarak sekitar 15 nautical miles (Nm) dari KM Sinar Kudus, mereka bersiaga dan mengikuti perkembangan proses negosiasi untuk pembayaran tebusan.

Sitompul mengatakan, ada berbagai kendala yang membuat upaya pembebasan terkesan lama. Antara lain, jarak yang jauh dengan perairan Indonesia. “Jarak kita jauh maka butuh waktu 12 hari. Dan pada saat kita dah sampai ternyata Sinar Kudus sudah digeser,” kata Sitompul.

Comments are closed.