Pianis Blues Pinetop Perkins Wafat

Pianis Blues Pinetop Perkins WafatBerita Terbaru, Setelah berkiprah selama kurang lebih 90 tahun mengabdikan dirinya sebagai musisi, kini pianis blues Pinetop Perkins yang pernah meraih Grammy Award, telah meninggalkan dunia di usia 97 tahun, di kediamannya di Austin, Texas, Senin (21/3/2011) waktu setempat. Manager Perkins, Hugh Southard, membenarkan kabar tersebut.

Sebelum wafat, Perkins sempat mengeluhkan sakit di bagian dada sesaat setelah dia bangun dari tidurnya. Diduga kuat, Perkins terkena serangan jantung. Demikian disampaikan Southard.

Pria kelahiran Belzoni, Mississippi tahun 1913, belum lama ini menjadi salah satu pemenang Grammy yang paling tua. Ia mendapatkan penghargaan untuk album blues tradisional terbaik.

Perkins telah menjalani kehidupan musik yang sangat panjang. Ia mengawali tur pertamanya di tahun 1920. Pada tahun 50-an, Perkins pernah tur bersama Ike Turner, lalu kemudian Muddy Waters.

Di tahun 2005, ia pernah diganjar penghargaan Lifetime Achievement Grammy Awards. Dua tahun berselang, ia meraih penghargaan untuk Album Blues Tradisional Terbaik (Best Traditional Blues Album) Musik blues adalah jiwa Perkins. Meski di usianya yang sudah uzur, semangat Perkins tak pernah kendur. Ia masih suka bermain secara rutin di sebuah klab blues di kawasan Austin.

Agen Perkins kepada kantor berita Associated Press mengatakan tahun ini saja aktivitas bermusiknya masih sangat padat. “Ada lebih 20 pertunjukan yang telah dijadwalkan,” katanya.

“Dia adalah blues. Dan dia telah membuktikannya. Setiap tarikan napasnya juga blues,” ujar Southard.

Semasa hidup, Perkins sempat ditanya soal rahasia umurnya yang panjang. Apa katanya soal itu? “Saya selalu berusaha melakukan sesuatu yang berbeda setiap saat.”

Sementara itu, musisi legenda blues BB King, mengaku kehilangan sosok Perkins. “Dia adalah salah satu musisi blues terbaik Mississippi yang masih tersisa. Tidak hanya saya, semua orang pasti akan merindukan kehadirannya,” ujar King. “Dua cheeseburgers, apple pie, sebatang rokok dan seorang wanita cantik adalah hal yang selalu diinginkannya,” seloroh Southard mengenang sosok Perkins.

Comments are closed.