Profil Ahmad Dhani

Profil Ahmad Dhani. Berita terbaru, Sejak di bangku SMP, Ahmad Dhani sudah getol bermain musik. Awalnya, lewat semacam band sekolahan, bersama tiga karibnya: Andra Junaidi, Erwin Prasetya, dan Wawan Juniarso. Pada 1986, mereka membentuk kelompok Down Beat, di SMPN 6 Surabaya. Kelompok inilah cikal bakal grup Dewa 19.

Ahmad Dhani

Setelah sempat bongkar pasang personil, dan lulus sekolah menengah atas,  Dewa 19  hijrah ke Jakarta pada 1992. Album perdana mereka bertajuk Dewa 19 meledak di pasaran, dengan hits seperti “Kangen” dan “Kita Tidak Sedang Bercinta Lagi”. Album itu tercatat terlaris pada 1993. Dewa 19 juga meraih predikat pendatang baru terbaik.

Selanjutnya, kelompok anyar itu terus mendulang sukses. Berturut-turut albumnya menggoyang jagad musik tanah air. Di antaranya, Format Masa Depan (1994), Terbaik Terbaik (1995), Pandawa Lima (1997), The Best Of Dewa 19 (1999), Bintang Lima (2000), Cintailah Cinta (2002), Atas Nama Cinta I & II (2004), Laskar Cinta (2004), Republik Cinta (2006), dan Kerajaan Cinta (2007).  Grup ini tetap eksis, meski kerap gonta-ganti personil.

Dhani tak hanya melejit lewat Dewa 19.  Pada 1997, dia mencoba warna lain dengan Ahmad Band. Dari grup ini, melesat lagu Kuldesak dan Aku Cinta Kau Dan Dia. Lalu, Dhani membentuk band The Rock setelah bertemu tiga anggota band Hospital The Musical, yaitu Clancy Alexander Tucker, Zachary Haidee-Keene, Michael Bennett di Studio 301, Sydney  Australia.  Agustus 2007, album pertama The Rock bertajuk Master Mister Ahmad Dhani I mencetak single Munajat Cinta.

Lelaki kelahiran Surabaya itu, rupanya diberkahi tangan dingin.  Dia, misalnya, berada di balik suksesnya Reza Artamevia sebagai penyanyi pada 1997. Sejak saat itu, Dhani mulai menangani artis lain. Sejumlah bakat-bakat baru dalam dunia music pun lahir.

Setelah The Virgin, Dhani kembali mengorbitkan band baru The Moon, dan band dengan personil tiga anak lelakinya, Lucky Laki serta beberapa band baru lainnya. Dalam album kompilasi bertajuk New Beginning 09 dirilis awal Juni 2009, ada sembilan band tergolong baru yaitu The Virgin, The Law, Lucky Laki, The Moon, Zewex and  The Cuncuzna, Airplay, Rafflesia, Kamusuka, dan Tiramizu.

Sosok Kontroversial

Ahamad Dhani njuga akrab dengan kontroversi. Ia pernah digugat penulis novel Arjuna Mencari Cinta, Yudhistira ANM Massadi karena Dewa memakai judul novel karyanya sebagai judul salah satu lagu di album Cintailah Cinta. Seiring pergantian judul lagu menjadi Arjuna, gugatan mereda. Tak putus sampai disitu, Front Pembela Islam (FPI) memprotes logo baru Dewa yang berbentuk bintang enam dikatakan serupa dengan lafal Allah. Kecaman berdatangan ketika Dhani dianggap menghina dengan menginjak-nginjak simbol itu ketika manggung.

Pakar telematika Roy Suryo pernah melaporkan Dhani karena memakai simbol negara, bendera merah putih dalam video klip Dewa 19 bertepatan hari Valentine Februari 2009. Hasilnya,  konflik ini mendongkrak kepopuleran video klip Dewa 19 di dunia maya.

Menjelang Pemilu 2009,  Ahmad Dhani pernah mengikuti tren para artis mencoba peruntungan menjadi calon presiden lewat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).  Tapi belakangan Dhani lebih memilih berkarir di musik, ketimbang berkiprah di dunia politik.

Dhani juga sempat berkonflik dengan Pemerintah DKI Jakarta pertengahan  Juni 2009. Pemda menyegel rumahnya di bilangan Pondok Indah Jakarta Selatan, dengan alasan menyalahi tata ruang kota.