Profil Cut Tari

Author - June 22, 2010

Profil Cut Tari. Berita terbaru, Peran pembantu yang diperankan pemilik nama lengkap Cut Tari Aminah Anasya dalam sinetron Sisi-Sisi Dunia, membuat namanya mulai berkilau di dunia hiburan Indonesia. Karakternya dalam beberapa sinetron serta komentar pedas namun menarik dalam mempresenteri sebuah acara infotainment  membuat nama Cut Tari dikenal luas.
Cut Tari
Aktris kelahiran Jakarta, 1 November 1977 ini mengikuti banyak latihan keterampilan sejak belia. Ia sempat belajar  piano dan organ namun tidak diteruskan. Dia malah mengasah bakatnya di bidang modeling. Memang, sejak kecil anak ketiga dari empat bersaudara tersebut sangat gemar bergaya di depan kamera dengan berbagai pose.

Memasuki usia 13 tahun, wanita yang kerap disapa Ully tersebut semakin sering berfoto dan mengikuti berbagai ajang pemilihan model remaja. Gerbang karirnya terbuka saat gadis berdarah Aceh itu masuk sebagai pemenang Gadis Sampul 1991. Dari situ, selama beberapa tahun, Ully tampil dalam berbagai majalah sebagai model remaja. Tawaran iklan yang pertama hinggap pada Ully saat usianya mencapai 16 tahun. Ully terpilih sebagai bintang pada sebuah produk kecantikan remaja, Belia.

Terjun ke Sinetron

Ully mendapat peran pertamanya di dunia seni peran saat mengiyakan ajakan Harry De Fretes untuk tampil sebagai bintang tamu dalam sinetron komedi Dongeng Langit. Peran Ully selanjutnya adalah sinetron Sisi- sisi Dunia (1993). Di sini, Ully mendapat peran sebagai pembantu. Melalui sinetron ini, wajah cantik Ully dikenal masyarakat.

Daftar perjalanan karir Tari di sinetron terbilang cukup banyak. Sinetron yang dibintangi lulusan Stamford College Jakarta ini antara lain Perjalanan, Melati, Doaku Harapanku, Kafe Biru, Dewi Fortuna, Tersanjung dan Rosalinda. Sebagian besar perannya sebagai tokoh antagonis dan memiliki karakter pemarah. Tari mengakui terkadang dirinya merasa jenuh dengan perannya yang antagonis, sering mendominasi serta menampakkan seseorang yang galak. Meski demikian, Tari tetap melakoni peran antagonis dan karakter jahat seperti karakter yang ia perankan dalam sinetron Ratapan Anak Tiri, So What Gitu Loh, Roda-Roda Cinta, dan Tersanjung 6. Tari juga berperan dalam beberapa sinetron religius diantaranya Hidayah. Selain berperan dalam sinetron dan menjadi presenter acara, Tari kerap hadir sebagai bintang tamu dalam berbagai acara.

Tari tetap menjadi ikon kecantikan di masa dewasanya. Sebuah produk kosmetik wanita dewasa, PIXY memakainya sebagai bintang iklan. Tari juga menjadi bintang iklan  produk penyejuk ruangan.

Setelah menikah, Tari tak terlalu menghabiskan waktu untuk sinetron. Sebagai seorang istri dan ibu, Ully mengaku sangat menikmati waktu bersama keluarga dan membesarkan putri semata wayangnya.  Namun bukan berarti ia tak tampil sama sekali. Sesekali, Tari tetap tampil sebagai bintang tamu atau pembawa acara dalam berbagai acara.

Setelah menikah, Tari mengaku lebih selektif memilih jenis pekerjaan yang ia terima. Kehadiran Tari di dunia hiburan ditandai dengan peran sebagai seorang presenter sebuah acara infotainment bertitel Insert di stasiun televisi swasta Trans TV.

Komentar yang tajam serta baju-baju seksi yang kerap ia pakai saat syuting membuat namanya kembali tenar setelah sempat meredup. Komentar-komentarnya  itu pulalah yang membawa predikat sebagai Presenter Infotainment pada ajang penganugerahan Panasonic Awards 2009 jatuh ke tangannya.

ASMARA

Cut Tari menjalin kisah asmara dengan Johannes Yusuf Subrata. Keduanya kemudian menikah pada 2004. Dari pernikahannya, Tari dikaruniai seorang anak putrid yang diberi nama Sidney Azkassyah Yusuf dilahirkan secara cesar di sebuah rumah sakit di Jakarta pada 10 Oktober 2007.

Setelah menikah, memiliki anak serta kembali menorehkan prestasi di dunia presenter tak lantas membuat Tari berhenti dan melupakan dunia akting.  Tari kembali ke layar televisi dan kemudian membintangi beberapa judul sinetron seperti Pelangi, Cinta Intan, Cinta Bunga dan paling anyar adalah Hafizah yang dirilis pada 2009.

Comments are closed.