Putra Osama Tak Yakin Ayahnya Tewas

Author - May 11, 2011

Putra Osama Tak Yakin Ayahnya TewasBerita Terbaru, Tokoh teroris nomor satu, Osama Bin Laden, yang diincar oleh Amerika memang telah dikabarkan tewas. Namun, kepastiannya tidak diyakini oleh putranya, Omar Bin Laden. Mengapa? Omar yang dikenal saling berseberangan paham dengan ayahnya itu memiliki alasan tersendiri. Jika memang benar ayahnya itu mati, mengapa AS tidak mau menunjukkan bukti berupa foto jasad ayahnya atau bukti lainnya. Lalu, seperti diketahui saat penyerbuan berlangsung, ketika itu Osama tidak menggunakan senjata apapun. Mengapa pasukan AS langsung menembak Osama. Seharusnya bisa ditangkap dan diadili terlebih dahulu. Begitulah yang dikatakan oleh Omar.

Putra ke empat Osama tersebut menambahkan, kalaupun benar ayahnya tewas dalam penyerbuan di Abbotabbad, dia justru mempertanyakan mengapa ayahnya yang tidak bersenjata tewas dengan tembakan di kepala. “Mengapa seorang pria tak bersenjata tidak ditahan dan diadili, sehingga kebenaran akan terkuak kepada dunia,” kata dia.

Keluarga Osama menuding AS telah melanggar hukum internasional dan asas praduga tak bersalah. “Mengapa Osama tidak diperlakukan seperti mantan Presiden Irak, Sadam Hussein dan mantan Presiden Serbia, Slobodan Milosevic yang diadili,” kata Omar.

Keluarga Osama juga berpendapat tak layak pasukan elit menembak orang-orang tak bersenjata dan menewaskan seorang perempuan dan seorang anak lelaki Osama. “Yang tak kalah penting, mengapa keluarga Osama tidak dihubungi untuk menerima jenazahnya? Keputusan tiba-tiba untuk melemparnya ke laut menghilangkan kesempatan keluarga untuk memenuhi haknya sebagai seorang muslim.”

Omar meminta, pemerintah Pakistan untuk membebaskan keluarga Osama dan mengembalikannya ke negara masing-masing. “Tanpa menyetujui tindakan dan keyakinan Osama, kami anak-anaknya yang sah meminta PBB bertindak melakukan penyelidikan untuk mencari tahu akurasi informasi yang disampaikan AS.”

Saat membuat pernyataan ini, Omar mengingatkan pada dunia, bahwa ia tak pernah menyetujui tindakan ayahnya. Omar bahkan mengaku selalu mengirim pesan pada Osama, untuk tidak menggunakan kekerasan dan jangan sampai mengorbankan warga sipil. Ia juga mengaku bersimpati dengan keluarga korban. “Kami mengutuk tindakan Presiden AS yang memerintahkan eksekusi orang-orang, pria dan wanita, yang tak bersenjata,” kata dia.

Jika pernyataannya ini tak dijawab dalam 30 hari, Omar dan keluarganya akan mengajukan kasus kematian Osama ke Mahkamah Internasionbal. Sebuah panel yang terdiri dari pengacara terkemuka Inggris dan internasional sedang dibentuk dan siap mengambil tindakan yang diperlukan jika tak ada jawaban dari Pemerintah AS.

Comments are closed.