Rasakan Dahsyatnya Tsunami di Museum Ini

Author - May 10, 2011

Rasakan Dahsyatnya Tsunami di Museum IniBerita Terbaru, Apakah anda ingin mengetahui seberapa dahsyatnya gempa dan tsunami yang melanda pesisir Samudera Hindia 26 Desember 2004 lalu? Datang saja ke museum tsunami Aceh. Museum yang terletak di Banda Aceh ini menyajikan sensasi gempa dan tsunami bagi semua pengunjungnya. Museum yang dirancang dengan judul ‘Rumoh Aceh’ as Escape Hill ini terdiri dari tiga, merupakan satu-satunya meseum tsunami di dunia. Museum ini dibangun tak hanya untuk mengenang bencana tsunami yang menewaskan lebih 200 ribu jiwa di Aceh, tetapi juga sebagai media pembelajaran.

Jika Anda berkunjung pastikan bisa menjelajahi semua lantainya, karena tiap lantai itu memiliki keunikan tersendiri. Lantai dasar merupakan lokasi untuk mengenang peristiwa tsunami Aceh. Jalan masuk ke sini namanya “lorong tsunami”, lebarnya hanya sekira 2 meter, dindingnya hitam menjulang tinggi dan berair. Lorong ini gelap, hanya diterangi remang lampu di bawah lantai serta diringi sayup suara lantunan ayat suci Al quran.

Lorong tsunami tembus ke ruang Memorial Hall. Di sini Anda bisa melihat langsung rangkaian peristiwa tsunami Aceh melalui gambar-gambar digital. Suasana di dalam ruang ini hanya diterangi cahaya remang yang sengaja didesain untuk menggugah hati pengunjung.

Selepas Memorial Hall ada Sumur Doa, tempat untuk mengirimkan doa kepada para korban tsunami. Lebih 100 ribu nama korban meninggal dalam tsunami Aceh bisa Anda lihat di dinding sumur berwarna gelap ini. Anda bisa memperhatikan satu per satu nama korban dalam sayup lantunan ayat suci Al quran dalam sumur yang atasnya mengerucut dan terdapat tulisan Allah yang berpadu cahaya indah. Berada di dasar sumur ini seolah kita terasa kecil dalam kekuasaan Tuhan.

Dari lantai dasar, Anda bisa langsung menuju lantai 2 melalui Lorong Kebingungan yang berkelok dan naik ke jembatan. Di atas jembatan ini Anda bisa melihat hamparan kolam cantik di lantai satu yang dihiasi prasasti berupa batu bulat yang bertuliskan Negara-negara yang membantu Aceh saat tsunami menerjang. Di atap meseum nama Negara-negara tersebut juga terpampang lengkap dengan benderanya.

Pada lantai dua ini, terdapat beberapa ruangan yang berisi rekaman peristiwa tsunami 2004. Disamping gambar-gambar, lantai ini juga di isi berbagai ornament dan artefak-artefak jejak tsunami. Lantai ini juga terdapat ruang audiovisual untuk pemutaran film gempa dan tsunami Aceh.

Inilah lantai terakhir meseum tsunami. Ruang di lantai atas ini khusus untuk media pembelajaran bagi pengunjung tentang gempa dan tsunami. Di sini terdapat perpustakaan serta panel dan alat peraga. Anda bisa melihat langsung miniatur bangunan-bangunan tahan gempa. Jika Anda ingin merasakan bagaimana goncangan gempa 8,9 skala richter seperti yang pernah melanda Aceh akhir 2004 silam, tinggal masuk saja ke ruang simulasi gempa. Yang unik, di sini juga terdapat ruang media 4 dimensi. Anda bisa menikmati pembalajaran menarik dengan media 4 D ini di ruang tersebut.

Museum tsunami tak hanya di desain sebagai tempat pembelajaran sekaligus menyimpan sejarah tsunami Aceh. Bangunan yang di desain dengan perpaduan konsep bukit menyelamatkan diri, analogi amuk tsunami, tari saman, cahaya Allah serta taman terbuka berkonsep masyarakat urban ini juga bisa digunakan sebagai tempat menyelamatkan diri saat tsunami, karena atapnya merupakan ruang terbuka yang luas memang di rancang khusus.

Comments are closed.