Rekomendasi Saham Hari Ini

Author - February 11, 2011

Rekomendasi Saham Hari IniBerita Terbaru, Menghadapi tekanan dari tingginya inflasi, ternyata tidak semuanya berimbas negatif pada sektor finansial. Berikut ini adalah beberapa rekomendasi saham perbankan oleh para analis. Seperti diketahui, Bank Indonesia telah menaikkan BI rate menjadi 6,75% dari 6,5%, baru-baru ini. Menurut konsensus analis, BI masih berpotensi menaikkan suku bunga lagi akibat tekanan inflasi. “Namun, kenaikan suku bunga tidak mengindikasikan semua hal negatif,” katanya.

Misalkan saja Bank Mandiri (BMRI) yang akan menikmati tambahan pendapatan dari obligasi, dimana sebagian besar obligasi pemerintah memiliki suku bunga apung (floating rate).

Sementara itu, tekanan bunga tidak akan signifikan untuk BMRI, Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Central Asia (BBCA), dan Bank Negara Indonesia (BBNI), “Hal ini karena sebagian besar simpanan publik berada dalam rekening giro dan tabungan,” ucap Joseph.

Adapun terkait elastisitas, bank dengan porsi lebih besar pada kredit korporasi dan usaha menengah, akan lebih sensitif ketika tingkat bunga berfluktuasi. Seperti BBNI yang memiliki dampak tertinggi ketika tingkat bunga naik, diikuti BBCA dan BMRI. Hal ini karena ketiga bank tersebut memberikan sebagian besar kredit kepada perusahaan korporasi dan menengah.

“Sebaliknya, secara historis, BBRI adalah bank dengan dampak terendah ketika tingkat suku bunga naik, karena pinjaman mayoritas berasal dari usaha mikro, kecil perusahaan, menengah, dan (UMKM),” paparnya.

Joseph menuturkan, bahwa tekanan terhadap sektor perbankan juga datang dari peraturan baru Loan to Deposit Ratio (LDR). Implementasi aturan pinjaman baru yang terkait kebutuhan cadangan (RR) ini, akan memaksa bank meningkatkan pertumbuhan kredit.

Dengan peraturan ini, bank dengan LDR lebih rendah dari 78% akan dikenakan sanksi peningkatan cadangan tambahan. BBCA, BMRI, BBNI adalah bank dengan LDR di bawah 78% dengan BBCA memiliki LDR terendah, “Pelaksanaan peraturan ini akan meningkatkan biaya pinjaman bank sehingga bank akan mengkompensasi dengan kenaikan suku bunga kredit,” ulasnya.

Di tengah situasi ini, saham yang masih menjadi jagoan Jospeh adalah BMRI dan BBRI, dengan target harga masing-masing di Rp7.900 dan Rp6.750. Berdasarkan analisis regresi, kedua emiten ini masih undervalued. “Rekomendasi beli untuk BBRI dan BMRI,” katanya.

Comments are closed.