Ritual Zikir Tulak Bala agar Tangkapan Ikan Melimpah

Author - June 2, 2012

Ritual Zikir Tulak Bala agar Tangkapan Ikan Melimpah, PASAMAN BARAT, warga yang sedang melaksanakan Ritual Zikir Tulak Bala, karena mereka menginginkan tujuan yang mereka lakukan itu dikabulkan dengan berlimpah.

Warga Jorong Pondok, Nagari Sasak, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, tak kunjung mendapat hasil tangkapan ikan saat melaut. Mereka selalu berusaha untuk mendapatkan tangkapan ikan yang maksimal.

Biasanya sehari warga berpenghasilan Rp500 ribu sampai Rp1 juta. Tapi kali ini hanya dapat Rp100 ribu sampai Rp200 ribu, bahkan tidak ada sama sekali. Mereka sangat kesal dengan pendapatan mereka yang sedikit.

“Warga kami di Jorong Pondok mengalami penurunan hasil tangkapan. Biasanya sekali turun kelaut bisa mendapat hasil Rp500 ribu sampai Rp1 juta itu sudah pendapatan bersih,” kata Wali Nagari Sasak, Arman.

Melihat kondisi itu, tokoh masyarakat, pemuda, dan agama melakukan rapat bersama untuk melakukan tradisi ritual Ratik Tulak Bala, tujuannya meminta kepada Tuhan agar diberikan rezeki. Agar semua usahanya selalu maju dan mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi.Mereka juga menentukan hari gelaran ritual yang tepat. Ratik Tulak Bala terdiri dari tiga kata, ratik artinya berzikir, tulak artinya menolak, bala berarti bencana, ratik tulak bala artinya berzikir untuk menolak bencana.

Siang hari sekira pukul 13.00 WIB, tradisi ritual Ratik Tulak Bala dimulai. Bahtiar (61) tokoh masyarakat Jorong Pondok, menuturkan awalnya dibentuk dua kelompok, satu di Masjid Nurul Huda yang terletak di bagian utara Jorong Pondok dan Masjid Nurul Hidayah bagian selatan Jorong Pondok.

Ratusan warga melakukan zikir dan tahlil di dalam masjid kemudian dilanjutkan keliling kampung diikuti ustaz dan warga. Saat keliling kampung zikir terus dilantunkan. Lalu dua kelompok itu berjalan kaki sekira 500 meter dan bertemu di Muaro Merdeka. Semakin lama, suasana zikir terasa lebih khidmat membuat warga larut dalam suasana khusyuk.

Setelah kedua kelompok bertemu, mereka akan duduk bersama melakukan tahlil. Salah seorang melantunkan azan. Setelah azan, Katik Kazirin (tokoh agama) memberi kode tepuk menandai tahlil telah selesai, kemudian dilanjut baca doa. Mereka selalu melakukan semua itu secara rotin. Sambil berderai air mata sambil memohon kepada Tuhan untuk memberikan rejeki dan mejauhkan bala bencana.

Kemudian masyarakat berkumpul dan menyantap makan bajamba (bersama). Hidangan telah disediakan ibu-ibu di lokasi pertemuan yang terletak di Muaro Merdeka. Menu yang disajikan adalah gulai sabo-sabo. Gulai ini berisi ikan kecil hasil pukat pantai oleh masyarakat setempat ditambah dengan gulai kambing. Kemudian, lanjut Bahtiar, diadakan penyiraman pantai. Air yang disirami itu telah didoakan ulama setempat. Banyak airnya satu ember yang diisi jeruk purut yang diiris.

Keesokan harinya aktivitas laut kembali dilakukan dan hasilnya lebih baik. Warga Jorong Pondok dihuni 607 kepala keluarga yang mendiami 567 rumah. Jumlah total penduduk mencapai 2.564 jiwa. Sebanyak 50 persen masyarakatnya menamatkan SMP, 25 persen berpendidikan SMA, 15 persen tamat SD, dan 10 persen sampai ke jenjang perguruan tinggi.

Secara ekonomi, 90 persen warganya menjadi nelayan dan 10 persen petani. Selebihnya PNS dan wiraswasta. Di daerah tersebut ada 45 unik boat tempel yang dipakai untuk melaut, 100 unit perahu lore, dan tujuh unit pukat tepi. Meskipun demikian kondisi daerah itu rawan bencana, bahkan permukiman warga lebih rendah dari laut, yakni sekira 0,5 meter. Yang menyelematkan dari ancaman rob hanya bibir pantai.

Apalagi Pada tahun 2010 saat terjadi banjir, mereka mengungsi di pantai. Selain banjir, gempa dan tsunami juga mengintai daerah ini. Apalagi kawasan dataran tinggi bukit cukup jauh, yakni 10 kilometer. Mereka selalu berserah diri kepada Tuhan, dan mereka selalu bertahan menghadapi cobaan yang telah diberikan oleh Tuhan kepada mereka.

Ritual Zikir Tulak Bala agar Tangkapan Ikan Melimpah

Comments are closed.