Saham-Saham Pilihan Hari Ini

Author - February 23, 2011

Saham-Saham Pilihan Hari IniBerita Terbaru, Perdagangan hari ini (23/2/2011), diperkirakan para pelaku pasar masih mengejar saham-saham sektor perbankan. Selain itu juga, pada sektor komoditas juga layak menjadi pilihan karena sektor tersebut yang selalu menopang laju Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia. Menurut seorang pengamat modal, Deni Hamzah mengatakan reli saham bank beberapa hari ini, karena antisipasi laporan keuangan emiten untuk tahun buku 2010 yang diprediksi kinclong.

Selain itu, ia juga merekomendasikan beberapa sektor bank yang dapat menjadi piliha bagi para pelaku pasar hari ini yang diantaranya adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Central Asia Tbk. Kedua bank tersebut, dalam beberapa hari terakhir telah mengumumkan laporan keuangan mereka sepanjang tahun 2010. Berdasarkan data publikasi Bank Indonesia per Desember 2010, BCA mencatat laba bersih sebesar Rp8,37 triliun, naik sebesar 23,45 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang hanya Rp6,78 triliun. Bank Mandiri membukukan laba bersih Rp8,851 triliun (unaudited) hingga akhir 2010, angka tersebut naik 23,6 persen dibandingkan 2009 yang sebesar Rp7,16 triliun (audited).

Kendati demikian, kata dia, investor tetap akan berhati-hati bertransaksi saham pada perdagangan hari ini karena IHSG kemarin ditutup negatif, turun 46,54 (1,34 persen) ke level 3.451,10.

Selain itu, Deni juga merekomendasikan saham sektor energi dan batu bara seperti PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dan PT Bumi Recources Tbk (BUMI). “Harganya sudah menarik untuk dikoleksi,” kata Dani.

Kecenderungan harga batu bara yang naik semenjak awal tahun, kata dia, juga menjadi salah satu alasan. Pasar batu bara New Castle menetapkan harga sebesar US$126,64 per ton.

Sementara itu, Pardomuan Sihombing, head of research PT Recapital Securities berpendapat, sebaiknya pemodal membeli saham-saham yang menjanjikan di saat IHSG yang masih berpotensi mengalami tekanan akibat sentimen bursa global. “Sahamnya yakni BUMI, ANTM (PT Aneka Tambang Tbk), AALI (PT Astra Agro Lestari Tbk), dan LSIP (PT PP London Sumatra Indonesia Tbk),” tuturnya.

Sebab, kata dia, saham-saham tersebut terkait dengan sentimen penguatan harga komoditas yang cenderung naik terbawa penguatan harga minyak mentah dunia seiring semakin panasnya situasi politik di Timur Tengah, paska kerusuhan Mesir dan Tunisia.

Diketahui, berdasarkan data Bursa Efek Indoensia saham-saham tersebut terbukti masuk dalam sepuluh besar saham teraktif, dan mampu menahan kejatuhan indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Selasa 22 Februari 2011.

Saham dengan kode PGAS tercatat masuk dalam 10 besar daftar efek yang paling banyak atau aktif ditransaksikan pada perdagangan Selasa. PGAS bercokol di posisi kedua dengan frekuensi sebanyak 3.923 kali, tetapi harganya melemah Rp75 (1,98 persen) ke level Rp3.700.

Namun, pada perdagangan kemarin, saham PGAS tidak seluruhnya terjadi transaksi (done), sehingga memiliki sisa penawaran beli (bid) yaitu mencapai 53.707 lot. Sementara itu, transaksi yang terjadi sebanyak 121.601 lot.

Saham Bank Mandiri berada di posisi ketiga karena tercatat memiliki frekuensi sebanyak 2.123 kali, dengan harga saham melemah Rp50 atau 0,83 persen menjadi Rp5.950. Saham bank pelat merah tersebut menyisakan penawaran beli mencapai 25.943 lot, dengan transaksi yang terjadi sebanyak 116.569 lot.

BUMI bercokol di urutan enam, dengan saham yang ditransaksikan sebanyak 1.649 kali. Di mana harga saham terkoreksi Rp75 (2,70 persen) ke level Rp2.700. Saham ini terjadi transaksi 144.264 lot, dengan sisa penawaran beli sebanyak 71.426 lot.

Sedangkan saham BCA berada di urutan 19 dalam daftar saham teraktif, karena ditransaksikan mencapai 963 kali, dengan saham stagnan di level Rp6.250. Saham bank ini terjadi transaksi sebanyak 39.159 lot, dengan sisa penawaran beli mencapai 23.718 lot.

Sementara itu, saham dengan kode LSIP menempati posisi 20 dengan frekuensi tercatat 955 kali. Harga saham melemah Rp100 atau 0,90 persen menjadi Rp10.900, dengan menyisakan penawaran beli sebanyak 5.306 lot dan terjadi transaksi mencapai 8.346 lot.

Kemudian, saham komoditas perkebunan lainnya, AALI menempati posisi 37 dengan frekuensi tercatat 671 kali. Harga saham menguat Rp200 atau 0,90 persen menjadi Rp22.250, dengan menyisakan penawaran beli sebanyak 343 lot dan terjadi transaksi mencapai 2.756 lot.

Comments are closed.